Header Ads

Siswi SMA Nommensen Dilaporkan Hilang, Ditemukan Saat Makan di Warung


LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Friska Handayani Gultom, siswi SMA Kampus Nommensen Pematangsiantar yang dikabarkan hilang seminggu lebih akhirnya ditemukan.

Remaja berusia 15 tahun ini ditemukan jajaran direksi angkutan kota Ria Jaya saat makan di warung milik D Nababan yang berada di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Siantar Martoba, Pematangsiantar, Sumut, Minggu (26/2/2017) sekira pukul 13.00 WIB, seperti dilansir dari laman Jppn.com.

BACA JUGA  Siswa Merokok di SMA Kampus FKIP HKBP Nommensen Ternyata Benar


Sesaat setelah Friska ditemukan, warung itu pun langsung ramai. Remaja yang dilaporkan menghilang sejak Sabtu (18/2/2017) silam itu menjadi bahan perbincangan warga sekitar.

Friska terlihat mengenakan kaus biru, celana jeans dan sendal jepit. Ia hanya bisa menunduk dan menutupi wajahnya menggunakan rambut. Sesekali ia menjawab pertanyaan dari warga, serta direksi dan supir angkot Ria Jaya yang berada di sana.

Jeje Simorangkir, koordinator angkot Ria Jaya menuturkan, informasi keberadaan Friska itu diketahuinya melalui salah seorang supir angkot.

BACA JUGA Dekan FKIP Nommensen : Aksi Corat-coret Jangan Ditiru, Guru dan Dosen Harus Melek Teknologi

“Ada supir kami yang memberitahu, makanya kami langsung ke warung ini. Sempat juga dia tidak mengaku bernama Friska. Namun setelah kami paksa, dia akhirnya mengaku,” jelasnya.

Ketika ditemukan, Friska tidak sendiri. Warga Jalan Rakutta Sembiring ini, sedang bersama dua temannya, masing-masing Dewi Sitorus dan Rio Gultom. Sedangkan Denny Manalu, pria yang membawa Friska kabur, sudah tidak berada di lokasi. Menurut informasi, pria itu sudah melarikan diri.

“Tadi orang ini sedang makan miso. Sebelumnya aku nggak tahu masalah ini. Akupun nggak tau tadi jam berapa orang ini datang ke sini. Karena aku juga baru datang,” kata D Nababan, pemilik warung , Minggu (26/2/2017).

Masih di lokasi yang sama, Dewi Sitorus mengaku bahwa dirinya baru berkenalan dengan Friska di Penginapan Pulo Gumba yang tidak jauh dari warung itu.

“Aku orang Kisaran. Baru tadi malam kami kenal di Pulo Gumba. Main-main saja aku ke sini, jumpai kawan. Baru tiga hari aku ke sini liburan. Karena Jumat dan Sabtu kan kami libur. Hari ini sebenarnya aku mau pulang karena besok sekolah,” beber gadis berusia 17 tahun yang bersekolah di salah satu SMK Swasta di Kota Kisaran itu.

Hal senada diungkapkan Rio Gultom. Dia menuturkan baru mengenal Friska.

“Kenal-kenal begitu saja. Tadi sempat juga sepeda motor aku dipinjam Denny. Katanya ada urusan sebentar. Rupanya melarikan diri dia. Sepeda motor aku diparkirkan dia di Pulo Kumba,” ungkap warga Jalan Rakutta Sembiring ini.


Beberapa saat berselang, Friska yang terus ditanyai, mulai menceritakan kejadian yang dialaminya. Ia kemudian membeberkan bahwa sebelum dibawa kabur, Denny Manalu berjanji membelikannya kado.

“Aku dijemput naik angkot Ria Jaya. Dia bersama kawannya menjemput aku naik angkot Ria Jaya nomor pintu 064. Nggak tau siapa nama kawannya itu. Dia berjanji mau beli kado untukku. Kami memang baru kenal, dia orang Sidikalang,” ujarnya.

Friska melanjutkan, setelah dijemput pada Sabtu (18/2/2017) sekira pukul 16.00 WIB, malam harinya, Denny mengembalikan angkot tersebut kepada pemiliknya.

Lalu, selama seminggu belakangan, Denny membawa Friska menginap di rumah salah seorang keluarganya di Jalan Tangki, Siantar Martoba, di rumah temannya di Jalan Rajawali, Siantar Utara dan di penginapan Pulo Gumba.

Ketika disinggung apakah Denny melakukan hal-hal yang tidak senonoh terhadap dirinya, Friska enggan membeberkannya.

Begitu pula saat ditanya terkait alasan mengapa dirinya tidak pulang ke rumah, Friska tidak menjawabnya. Meski begitu, ia mengaku bahwa Denny sempat hendak menjualnya. “Aku pernah mau dijualnya, tapi nggak jadi,” akunya.

Tak lama kemudian, personel Polsek Siantar Martoba tiba di lokasi. Friska yang saat itu sudah didampingi keluarganya kemudian dibawa ke Mapolsek Siantar Martoba.

Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba AKP Hilton Marpaung yang ditanyai terkait penanganan kasus itu, tidak memberikan jawaban pasti.

“Aku kan tadi nggak di TKP, anggotaku yang ke sana. Tanya sama anggotaku saja,” ucapnya saat dihubungi wartawan via telepon seluler.


Editor    : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.