Header Ads

Target Ketahanan Pangan, Danrem 022/PT Serahkan 20 Traktor dan 25 Mesin Tanam Padi ke Kodim


LINTAS PUBLIK-SIMALUNGUN, Danrem 022/PT Kolonel Inf Gabriel Lema,S.Sos menyerahkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa 20 traktor dan 25 Rice Transplanter (Mesin Tanam Padi) kepada 5 Kodim yang berada di jajaran Korem 022/PT,Senin (27/02/2017) sekira pukul 08.15 WIB


Bantuan alat dan mesin pertanian tersebut berasal dari Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian, yang di latar belakangi belum terpenuhinya target Nasional di Provinsi Sumatera Utara menyangkut luas tambah tanam.

"Bantuan alsintan ini, bermula dari kunjungan Dirjen Tanaman Pangan yang juga Pelaksana Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian saat tanam serentak di Sergai beberapa bulan lalu bersama dengan Aster Kasad. Disitu, beliau mengutarakan belum terpenuhinya target Nasional di Provinsi Sumatera Utara dalam hal ketahanan pangan,"ujar Danrem saat memberikan pengarahan di halaman Korem 022/PT yang dihadiri jajaran personil Korem 022/PT dan Dandim di wilayah Korem 022/PT.

Lebih lanjut,Gabriel menjelaskan bahwa Alsintan ini di satu sisi patut disyukuri dan di sisi lain bentuk keprihatinan kepada kita.Mengapa?,bantuan ini merupakan tanggung jawab kita khususnya wilayah Korem 022/PT mendukung dalam hal ketahanan pangan dinilai masih kurang.

"Harus sadar betul kita,bantuan ini mengandung maksud agar kita menggunakannya dengan baik dalam rangka peningkatan target.
Disamping itu juga,berupaya mencari terobosan-terobosan.Saya yakin, jajaran kodim yang selama ini menangani ketahanan pangan sudah mampu mencapai terobosan,"ujar Danrem.

Mengenai penggunaan Alsintan ini,Danrem mengingatkan kepada seluruh Dandim untuk lebih terbuka dan mendekatkan kepada masyarakat maupun kelompok tani. Karena bagaiman pun, Alsintan ini butuh perawatan dan pemeliharaan.

"Tanggung jawab memang di Korem,tapi ini dibagi habis ke kodim-kodim,dalam rangka kekuatan kodim untuk membantu masyarakat ataupun kelompok tani berkaitan dengan peningkatan luas tambah tanam.Saya berharap alat ini datang dengan utuh dan bagus,tentunya akan menyusut bila digunakan.Cari pola yang baik,agar alat ini bisa beroperasi artinya pendekatan kepada kelompok tani atau masyarakat itu lebih utama. Perawatan itu,langsung di Kodim dan bukan di Korem,"kata Danrem Gabriel.


Penulis    : franki
Editor      : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.