Header Ads

Yang Beda dari Penyambutan Jokowi untuk Raja Arab Saudi...


LINTAS PUBLIK - JAKARTA,  Ada yang berbeda dari penyambutan Raja Arab Saudi saat berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang.

Kepala Sekretariat Presiden Darmansyah Djumala mengatakan, perbedaan pertama adalah pada jumlah rombongan yang Raja Arab Saudi yang sangat besar. Rombongan akan terdiri dari 1500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran.

Raja Arab Saudi yang baru Salman bin Abdulaziz
"Jumlah mereka luar biasa, sangat besar. kayaknya terbesar selama ini. Dari jumlah sudah beda," kata Djumala, Jumat (24/2/2017).

Perbedaan kedua, lanjut Djumala, adalah keputusan Presiden Joko Widodo yang langsung menjemput rombongan Raja Salman di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Presiden jokowi menyambut langsung di pesawat. Ini jarang. Baru kali ini," ucap Djumala.

Djumala mengatakan, keputusan Jokowi untuk menjemput langsung Raja Salman di Bandara dilandasi hubungan yang baik antara kedua kepala negara. Saat Jokowi berkunjung ke Arab Saudi pada September 2015 lalu, Raja Salman juga menjemput langsung di Bandara International King Abdul Azis.

"Penyambutan beliau waktu di Arab kemarin itu sangat friendly, sangat ramah. Sebagai azas resiprositas (timbal balik), Pak Presiden juga akan menyambut secara khusus," ucap Djumala.

Setelah penyambutan di Bandara, lanjut Djumala, kedua Kepala Negara akan langsung menuju Istana Bogor untuk melakukan pertemuan bilateral. Di Istana Bogor, akan ada penyambutan yang sudah menjadi standar untuk setiap kepala negara yang datang.

"Standarnya diterima di Istana dengan parade lengkap. Ada pasukan berkuda, ada Paspampres, pasukan pengamanan nusantara, barisan anak-anak penyambut, dentuman meriam 21 kali," papar Djumala.

Namun, Djumala mengatakan, tidak semua rombongan akan diterima di Istana Bogor. Selain Raja Salman, pertemuan bilateral di Istana Bogor hanya mengikutsertakan 35 orang delegasi resmi dan 50 orang perangkat delegasi.

Delegasi resmi itu terdiri dari 10 orang menteri dan 25 orang pangeran. Sementara, perangkat delegasi, yakni mulai dari aparat keamanan, penerjemah hingga sekretaris atau ajudan.

"Untuk angka rombongan 1.500, angka 35 delegasi dan 50 perangkat itu saja sudah sangat pas," ujar Djumala.

Sisa rombongan yang tidak ikut ke Istana Bogor nantinya akan dilayani oleh setiap kementerian terkait. Sementara untuk jamuan kenegaraan, dapur Istana akan menyajikan makanan khas tanah air. Namun, sajian akan diselipi juga dengan makanan timur tengah.

"Kebuli dan kambing," ucap Djumala.


Sumber    : kompas/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.