Header Ads

Pulau Nias, Nasib Pulau yang Terasingkan di Negeri Sendiri


Oleh : Yafanus Buulolo, SH

Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya ingin menyapa kita semua,

Syalom...!

Assalamualaikum!

Dari suatu tulisan yang terpampang dalam sebuah baliho besar di sebuah daerah yang besar pula, saya membaca kalimat “menjamin kesejahteraan bagi seluruh rakyat dan melakukan pemerataan pembangunan infranstruktur demi kesejahteraan masyarakat”. Kalimat ini sering saya baca dan dengar setiap datangnya kampanye baik legeslatif maupun pemilihan kepala daerah.

salah satu keindahan alam wisata di Pulau Nias./net
Apakah kalimat ini hanya sebuah susunan kata yang dimuatkan dalam sehelai kertas, spanduk, baliho dan sejenisnya untuk menggapai suatu cita-cita para penguasa dan "penjahat tahta" di negeri ini.

Kembali lagi saya mengutipnya “kesejahteraan dan pemerataan pembangunan”... oh, saya mengerti ternyata kesejahteraan dan pemerataan pembangunan yang dimaksud adalah kesejahteraan bagi mereka penguasa dan"penjahat tahta", sedangkan pemerataan pembangunan adalah pemerataan bagi mereka untuk melengkapi seluruh kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Memang nampaknya bukanlah untuk masyarakat yang dipimpinnya.

Seperti yang belum lama kita ketahui bersama, dimana kita telah melalui 2 (dua) tahap proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di seluruh Indonesia. Yang pertama pada 9 (sembilan) Desember 2015 sebanyak 269 daerah dan ke dua 15 Februari 2017 sebanyak 101 daerah. Pada kesempatan itu banyak putra-putri daerah yang berlomba-lomba untuk menjadi orang nomor 1 (satu) dan nomor 3 (dua)di daerah yang mereka "kuasai".

Apakah tujuan setiap orang untuk menjadi pelayan bagi masyarakat atau mau menjadi pemimpin?.
Hal ini akan terjawab di saat mereka memenangkan pertarungan tersebut, dan mulai menjalankan perannya sebagai kepala daerah diwilayahnya masing-masing.

Apakah mereka mau menjadi pelayan atau pemimpin?. Bila menjadi pelayan, maka apa yang ia sampaikan di saat kampanye, benar dia lakukan, tetapi bila ia hanya bertujuan untuk mencapai suatu kekuasaan semata, maka tentu apa yang pernah ia janjikan hanya sebagai tipu muslihat sesaat saja ketika maju sebagai calon kepala daerah.

Lompat Batu, wisata Seni dan Budaya di Pulau Nias/net
Nah, bila kita akan mengingat kembali proses Pilkada tahun pertama yang diikuti oleh 269 daerah tersebut, sangat banyak janji-janji pasangan calon yang telah mereka sampaikan kepada masyarakat calon pemilih.

Dalam proses Pilkada ini, daerah yang ada di Pulau Nias juga mengikutinya, seperti Kota Gunugsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, yang juga termasuk daerah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Dalam proses ini, tentu setiap pasangan calon menyampaikan apa yang menjadi program-program mereka nantinya bila akan terpilih.

Tetapi saat ini, mereka yang telah dipercaya oleh masyarakat sudah menjabat 1 (satu) tahun lebih. Namun apakah kinerja mereka sudah nampak atau bagaimana? Mari kita lihat dan merenungkannya.

Saat kita melihat lebih dekat apa dan bagaimana sebenarnya Pulau Nias itu, ternyata sangat banyak potensi-potensi alam  yang seharus dikembangkan oleh pemerintah darerah, dan pemerintah pusat. Demikian juga  potensi sumber daya manusianya yang bisa diandalkan dalam keahliannya masing-masing, dan terlebih lagi sumber daya alamnya yang sangat menjamin kehidupan masyarakatnya.

Potensi-potensi alam ini jelas dapat menambah pendapatan masyarakat dan daerah, yang tentunya dapat juga menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita yakin "sekelas" pulai Nias, Potensi Pariwisatanya sangat menjanjikan, potensi hasil lautnya melimpah ruah, dan masih banyak lagi potensi alam khususnya laut di Pulau Nias yang harus digali dan terus dikembangkan sebagai sarana peningkatan Obyek Wisata dan pengembangan perikanan.

Tetapi entah mengapa potensi ini belum dapat dimaksimalkan dan  dimanfaatkan lebih baik oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Apakah karena kualitas pejabatnya yang kurang, atau karena pejabatnya yang tidak mau tau tentang daerahnya?, yah kembali kepada masyarakat yang tinggal di Pulau Nias tersebut yang tahu, yang pastinya Pulau Nias dapat diandalkan dari berbagai sisih kehidupan, baik adat, seni budaya, alam, maupun Sumber lautnya yang melimpah.

Selama Joko Widodo yang biasa kita sebut Jokowi menjadi Presiden RI, sangat banyak pembangunan yang telah siap dan sebagian proyek besar yang masih berjalan. Kita lihat programnya juga lebih menyoroti tentang maritim di Nusantara, Tapi, apakah Pulau Nias termasuk didalamnya, kita lihatlah kedepannya bagaimana pemerintah pusat maupun daerah di Pulau Nias mengembangkan potensi maritim yang ada.

Tapi kalau kita ikuti perkembangan, nampaknya Pulau Nias "terabaikan' dari program pemerintah pusat, dan melalui pemberitaan baik televisi, cetak dan online, sampai saat ini pembangunan pariwisata Pulai Nias belum ada "sentuhan" dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat lebih fokus di daerah-daerah tertentu, dan Pulau Nias "tertinggal' dari segala potensi keunggulan  yang sangat besar untuk menjadi daerah wisata terkenal di dunia. Sebab potensi wisata yang ada di Pulau Nias, tidak kalah dengan potensi wisata yang ada di Bali tau daerah wisata kelas dunia lainnya. Ini semua karena  pengembangan, pelestarian dan pembangunan infrastruktur disana (pulau Nias) sangat, sangatlah kurang.

Yafanus Buulolo, SH
Sehingga sampai saat ini, kita sebagai masyarakat, khususnya yang berdomisili di Pulau Nias kondisinya sangat memprihatinkan, dan mungkin saja sedang "Menderita" saat ini. Karena masyarakat disana tidak dapat  menikmati ketersediaan listrik dengan baik, kurangnya ketersediaan air bersih , kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan yang berkualitas, kurangnya ketersediaan fasilitas pendidikan yang berkualitas, transportasi umum yang kurang memadai, ditambah lagi banyak daerah yang belum bisa dilalui kendaraan, serta masih banyak lagi  jalan-jalan yang rusak parah dan jembatan-jembatan yang putus, yang tentunya mengganggu aktifitas masyarkat untuk menafkahi keluarga.

Maka bila kita lihat dari proses ini, siapakah yang seharusnya lebih aktif dalam meningkatkan proses pembangunan daerahnya?. Tentu hal ini tidak terlepas dari pimpin, pemimpin daerah diminta untuk terus kreatif, kreatif dalam keterbatasan yang ada.

Mengapa daerah lain bisa? Sedangkan Pulau Nias tidak bisa? Hahaa... sudah perlulah kita koreksi diri, koreksi pemimpin kita, kita harus cari tahu apakah pemimpin di Pulau Nias sudah berkualitas atau?, yah ..., mungkin hanya sekedar memimpin saja. Nias Bangkitlah!.*


Judul Asli : "Nasib Pulau Yang Terasingkan Di Negeri Sendiri"




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.