Header Ads

401 Tamtama Gelombang II Tahun 2016 Dilantik Pangdam I/BB


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Sumantri menjabat Inspektur Upacara (Irup) pada upacara penutupan pendidikan Sekolah Calon Tamtama TNI AD Tahap l Gelombang lI TA. 2016, bertempat di Lapangan Rindam l/Bukit Barisan, Senin (17/04/2017).

Bertindak selaku Komandan Upacara (Danup) Letkol Inf Edi S. Harahap dari Rindam l/Bukit Barisan. Pendidikan yang diikuti oleh 401 orang calon Tamtama TNI AD, dinyatakan lulus 100 persen, dan dilantik menjadi prajurit Tamtama TNI AD dengan pangkat pertama Prajurit Dua.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Sumantri memeriksa barisan upacara penutupan
pendidikan Sekolah Calon Tamtama TNI AD Tahap l Gelombang lI TA. 2016,
di Lapangan Rindam l/Bukit Barisan, Senin (17/04/2017).
Selanjutnya para prajurit baru ini akan mengikuti pendidikan kejuruan, sesuai kesenjataan masing-masing. Menurut rencana setelah mendapatkan kualifikasi kecabangan, masing-masing prajurit yang sudah menyandang pangkat Prada tersebut, akan ditempatkan di Kesatuan-kesatuan jajaran TNI AD seluruh wilayah Indonesia.

Mayjen TNI Cucu Sumantri dalam amanatnya mengharapkan, kehadiran para Tamtama baru, di satuan jajaran TNI AD nanti, dapat membawa peningkatan kinerja bagi kehidupan organisasi, sehingga pembinaan satuan dapat lebih dinamis dan berkualitas, dalam membangun profesionalisme dan disiplin prajurit.

"Semua ilmu kemiliteran yang telah didapat, hendaknya dapat dipelihara dan dijadikan sebagai modal dasar dalam mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia. Sebagai unsur pelaksana pemula, prajurit Tamtama dituntut untuk memiliki kemampuan tehnis dan taktis militer. Sebagai unsur terdepan diharapkan dapat menjadi tenaga penggerak satuan dan dapat meningkatkan kualitas tempur satuan jajaran TNI AD,"tegas Pangdam.

Panglima Kodam l/Bukit Barisan ini selanjutnya menjelaskan bahwa, setiap prajurit TNI AD senantiasa dituntut untuk memiliki keunggulan di bidang profesionalisme keprajuritan agar selalu dapat menjawab tuntutan tugas yang penuh dengan tantangan yang tidak ringan. Salah satu upaya dalam membangun profesionalisme tersebut, dilakukan melalui pendidikan. Sehingga setiap prajurit yang berkesempatan mengikuti pendidikan harus sungguh-sungguh disertai satu tekad ingin memperoleh prestasi yang terbaik.

Pangdam  menambahkan, merubah mental dalam pendidikan yang singkat ini tidak cukup bagi kalian untuk memiliki jiwa kejuangan sebagai prajurit sejati. Karena itu prajurit harus senantiasa mempedomani Sapta Marga Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI yang penjabarannya adalah senantiasa patuh dan taat kepada atasan, bersikap tegas, tabah dan berani untuk menghadapi tantangan dengan resiko apapun serta selalu berlaku baik dengan masyarakat, dalam kehidupan sehari-hari. Hindari pelanggaran dan tindakan indisipliner, karena akan bisa merusak citra dan nama baik diri sendiri dan TNI AD.

"Kepada seluruh Prajurit, jaga keselamatan diri kalian dengan baik, karena perjalanan tugas kalian masih panjang. Hindari dan cegah tindakan yang akan merugikan diri dan citra TNI AD selama melaksanakan cuti. Kalian harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial mengingat status kalian sekarang telah berubah menjadi Prajurit TNI AD. Selanjutnya kalian dapat kembali tepat waktu dan siap untuk mengikuti jenjang pendidikan selanjutnya," pesan Pangdam mengakhiri amanatnya.

Hadir pada kegiatan tersebut antara lain Danrem 022/Pantai Timur, Para Asisten Kodam l/BB, Kapendam l/BB, Wakil Bupati Simalungun, Para Kadisjan Jaj Rem 022/PT, Para Kabalak Rindam l/BB, Dandim 0207/Simalungun, Kapolresta Pematangsiantar dan unsur Forkopimda Pematangsiantar.


Penulis    : franki/rel
Editor      : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.