Header Ads

Habiskan Ratusan Juta untuk Out Bond, PDAM Tirtauli Ngaku Belum Berikan Pelayanan 24 Jam


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Untuk melaksanakan kegiatan Out Bond, PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar harus morogoh kocek hingga ratusan juta dengan bepergian ke Berastagi.

Kegiatan itu, seperti dikatakan Direktur Utama, Badri Kalimantan didampingi Direktur Umum Hotner Simanjuntak adalah untuk memupuk rasa kebersamaan diantara pegawai/karyawan.

Dijelaskan Hotner, untuk keberangkatan tersebut, karyawan dibagi dua gelombang dimana per gelombang sebanyak 200 orang.

Masyarakat Siantar mengantri mengambil air dari mobil tangki PDAM Tirtauli.
"Setiap keberangkatan per gelombang, menghabiskan biaya kurang lebih Rp 130 Juta. Jadi, totalnya kurang lebih Rp 260 Juta. Untuk mensukseskan kegiatan ini, PDAM Tirtauli menggandeng EO yang berpusat di Kota Medan,"ucap Direktur Umum Hotner Simanjuntak,Selasa (18/4/2017).

Kendati telah menghabiskan anggaran ratusan juta hanya untuk kegiatan Out Bond, Badri Kalimantan mengakui belum memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat atau pelanggan. Terbukti, masih adanya pelayanan kepada pelanggan atau masyarakat belum 24 jam.

"Kegiatan itu lebih memupuk kebersamaan diantara pegawai dan menumbuhkan kecintaan kepada perusahaan. Kalau dibilang sudah maksimal pelayanan kami, ya belum lah. Kalau sudah maksimal kan sudah puas. Artinya pelayanan ini masih harus ditingkatkan. Kita masih menuntut kepada pegawai memberikan kinerja maksimal. Jadi kalau diukur kata puas ya belumlah,"kata Badri.

"Kita memang belum memberikan pelayanan 24 jam, masih ada beberapa daerah, terus terang saja.Pertama geografis daerahnya tinggi kita bantu dengan sumur bor. Sumur bor kan tak bisa 24 jam. Ada, Timbang Galung,daerah TVRI,Jalan Bakung,Bah Kapul Ujung,Tojai,Tambun Nabolon,daerah BAS,perumahan handayani.Ya sekitar 5.000 pelanggan lah dari 63.000 pelanggan,"tambah Badri.

Saat ditanyakan mengapa uang ratusan juta itu tidak ditujukan ke hal-hal yang menunjang pelayanan kepada pelanggan, Badri mengutarakan tak bisa memilah-milah dengan begitu. Karena menurut dia, kegiatan yang memupuk kebersamaan sangat membantu peningkatan SDM.

"Mungkin dari sisi materi,uang Rp 300 ribu banyak, tapi itu sangat sedikit untuk invest peningkatan SDM.SDM ini nggak bisa diukur apanya kan,tapi untuk mengukur kinerja,"ujar Badri.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI






Penulis     : franki
Editor       : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.