Header Ads

Seminar Ekklesiologi HKBP, Sekda Harapkan Peran Gereja Dukung Pemerintah


Ephorus    : Hasil Seminar Sebagai Masukan untuk Amandemen AP-HKBP

LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt.Dr.Darwin Lumbantobing membuka secara resmi Seminar Ekklesiologi HKBP Wilayah II di Sapadia Hotel Jalan Diponegoro Pematangsiantar, Kamis pagi (20/4/2017). Peserta seminar ini merupakan para pendeta dan utusan jemaat yang ada di Distrik V Sumatera Timur, Distrik VII Samosir, Distrik XIII Asahan Labuhan Batu, Distrik XIV Tebingtinggi Deli dan Distrik XXIV Tanah Jawa.

Turut hadir pada acara ini, Bupati Simalungun, Dr.JR.Saragih,MM dan Wakil Walikota Pematangsiantar yang diwakili Plt.Sekda, Ir.Reinward Simanjuntak,MM, Praeses Distrik V Sumatera Timur, Pdt.Same Siahaan,STh selaku Ketua Panitia, para Praeses masing-masing Distrik di Wilayah II, para Dosen Sekolah Tinggi Theologia (STT) HKBP.


Narasumber seminar ini adalah Ephorus Emiritus, Pdt.Dr.Bonar Napitupulu dan Ephorus Pdt.Dr.Darwin Lumbantobing, dengan Moderator, Pdt. Tendens Simanjuntak,STh.

Dalam arahannya, Ephorus mengatakan bahwa Seminar ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari warga jemaat, pelayan HKBP serta pemerhati HKBP dalam memberikan gambaran kehidupan dan pengalaman HKBP dalam hidup bergereja dalam pergumulan teologisnya. Pemahaman ekklesia suatu gereja merupakan pamahaman mendasar tentang keberadaan dan kehadiran gereja secara institusional.

“Pemahaman Ekklesiologi-lah yang menentukan struktur hierarti jabatan dan mekanisme pengambilan keputusan gereja. Pemahaman ekklesiologis itu pula yang menentukan tipe atau model bergereja secara institusional dari suatu gereja. Oleh karena itu, seminar ini dirasakan penting dalam rangka mencari masukan guna merumuskan kembali pemahaman ekklesiologis HKBP dalam rangka amandemen Aturan Peraturan HKBP,”tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Simalungun, JR Saragih dan Plt.Sekda Reinward Simanjuntak turut memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat atas penyelenggaraan seminar tersebut. Keduanya mengharapkan agar seminar ini melahirkan ide-ide maupun pemikiran cemerlang yang memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan warga jemaat.

“Karena gereja, pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan serta membangun hubungan yang linier, meski dalam lingkup tugas masing-masing. Melalui seminar ini, kita berharap peran gereja semakin terlihat di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompeks, yang sekaligus pula bisa membantu pemerintah dalam pelayanan publik,”ujar Reinward.

Sementara itu, Bupati Simalungun berharap, agar gereja juga berperan untuk mengembalikan budaya lokal maupun etika dalam kehidupan masyarakat. Karena sudah banyak aktivitas masyarakat yang kian jauh dari nilai-nilai moral, khususnya kalangan muda. Karena itulah, Bupati berharap agar pelayan gereja juga punya andil dalam membina moral generasi muda, khususnya warga gereja.

“Seminar ini kita harapkan menghasilkan rumusan yang bisa mengembalikan peran gereja dalam membangun moral masyarakat. Para pendeta bukan hanya bekerja hari Sabtu untuk mempersiapkan hari Minggu, tapi setiap waktu harus memberikan pelayanan kepada warga sekitarnya.”katanya.


Penulis     : franki/rel
Editor       : tagor 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.