Header Ads

Gurunya Meninggal, Ketua Pengadilan ini Teringat Cubitan Gurunya Hingga Dirinya Sukses


LINTAS PUBLIK , Meninggalnya Guntur Sitohang, Maestro Musik Batak pada Minggu (11/6/2017) menyisahkan kenangan bagi pecinta musik batak, demikian juga kenangan yang tak dapat dilupakan  murid-muridnya diwaktu masa Sekolah Dasar di Haroanboho kabupaten Samosir.

Kenangan inilah yang dicatatankan Joe Sagala yang pernah menjadi murid Guntur Sitohang. Joe Sagala mengisahkan betapa Guntur dulunya adalah guru yang tegas dalam mengajar, Walau Guntur mengajar bidang studi IPA pada waktu itu, tapi guru yang sudah dari  kecil mencintai dan mahir bermain musik batak ini juga mengajarkan musik kepada siswa-siswinya.

BACA JUGA  Guntur Sitohang Maestro Musik Batak itu Telah Pergi

Not angka yang dituliskan Martua Sagala mengenang Guntur Sitohang gurunya .
dok. foto / joe
Inilah catatan kenangan Joe Sagala atau Martua Sagala di akun facebooknya, Selasa (13/6/2017) , murid almarhum Guntur Sitohang yang kini diketahui sebagai  ketua pengadilan Sibolga, menuliskan kenangan bersama gurunya itu pada masa-masa sekolah Dasar  dulunya.


"SELAMAT JALAN GURUKU"

Guruku,

Ketika itu, aku duduk di bangku Kelas V SD Negeri Harianboho. Guru Sitohang begitulah murid-murid menyebut mu. Guru IPA sekaligus juga menjadi Walikelas untuk kelas V. Guru yang sangat ditakuti saat itu. Guru yang tak kenal kompromi. Tegas dan berwibawa.

Guruku,

Kaulah yang pertama mengajariku mengenal solmisasi. Masih jelas terbayang tulisan nada-nada lagu itu di papan tulis hitam yang ditulis dengan kapur tulis. Bahkan hingga saat ini, aku masih tetap hafal dengan notasi lagunya. Setelah mendengar kabar kepergianmu, kucoba lagi menuliskannya sambil membayangkan wajah mu ketika berdiri di depan kelas.

Guruku,

Dulu ketika duduk di kelas V SD, aku sempat tertarik untuk masuk jurusan IPA. Pikir ku saat itu, jurusan IPA hanyalah semudah dan sesederhana menghitung perbandingan suhu Celsius, Reamur dan Fahrenheit. Hampir semua teman satu kelas pernah merasakan "cubitan" maut mu ketika mengajarkan rumus-rumus itu. Tapi aku tidak pernah. Meski akhirnya setelah duduk di bangku SMA aku masuk jurusan A3 (IPS).

Guruku,

Sayangnya aku tidak punya bakat untuk memainkan alat musik tradisionil. Padahal saat itu, kami dengan bebas bisa berlatih dirumah mu ketika jam istirahat. Mulai dari Seruling, Sarune, Kecapi, Garantung hingga Tagading.

Guruku,

Terakhir kali aku bertemu dan berbincang dengan mu ketika upacara penguburan Almarhum Sitor Situmorang. Saat itu kamu berkata "kamu memang murid ku yang pintar". Lalu aku pun tersipu malu. Meski dalam hati aku merasa bangga dan tersanjung.

Guruku,

Aku bangga pernah menjadi muridmu. Aku juga bangga punya guru sepertimu. Selamat jalan Guruku. Selamat jalan Guru Sitohang. Meski dirimu telah tiada, tapi karyamu tetap hidup dan akan dikenang sepanjang masa. Guruku, tenanglah kamu di keabadian.


Martua sagala Ketua Pengadilan Sibolga/ist
Catatan Joe Sagala ini langsung mendapat respon dari nitizen lainnya, dan cacatan ini mengingatkan kembali murid-murid dari Guntur Sitohang guru yang bersahaja, bahkan beberapa muridnya mengingatkan lagu dan permainan musik batak yang dibawakan  Guntur Sitohang dimasa hidupnya, yang tetap terus mengenalkan dan melestarikan musik dan budaya batak.

BACA JUGA   Martogi Sitohang Segera Wujudkan World Music Toba Caldera Festival 2016

“ lagu kecamatan harianboho identik dengan Guru kita G. Sitohang.Selamat jalan guruku (Pahlawan tanpa jasa),”ujar Drisdo Manik

“Selamat jln amang uda,,,pak guru sitohang,,,sy jg pernah jd muridmu,jd ingat engkau pernah membawa kami mengenalkan musik sm tari2an jg lagu"Martabe"marsipature hutana be ke kota tarutung di gedung serbaguna dl,kiranya amang uda guruku pak sitohang damai bersama Bapa di sorga,,,,amin,” ucap Dortani Sagala mendoakan gurunya itu.

“Pantas bisa jadi Ketua Pengadilan SIBOLGA sekarang ini sekalipun umurnya masih kepala 4 bereku si Joe Sagala ini bisa mengingat semua peristiwa pada saat tulang ini guru kami pada hal sudah lebih 30 tahun yg lalu .Terimakasih bereku akhirnya saya teringat juga tentang disiplin tulangku yg baik ini. Selamat jalan tulangku Tuhan Yesus sudah menyediakan Sorga utk mu.Amin,”tutur Maruhum Sinaga mengangapi status Joe Sagala.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI:
Dengan Semangat MERAH PUTIH, Anak-Anak PAUD ini Nyanyikan Lagu "Jasamu Guru" Tanda Terimakasih Anak-Anak Ini





Penulis   : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.