Header Ads

Warga "Serbu" Penukaran Pecahan 2000 Baru, BI Pematangsiantar : Kami akan Perbanyak Jumlahnya


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Penukaran uang pecahan baru maupun layak edar yang dipusatkan di Lapangan Pariwisata Kota Pematangsiantar sangat disambut masyarakat,Senin (12/6/2017).

Terbukti sejak dibuka, masyarakat rela mengantri di beberapa loket penukaran uang yang disediakan. Bahkan, uang pecahan Rp 2.000 di loket Bank Umum langsung kehabisan stok.

Pegawai bank BRI menunjukan pecahan Rp. 20. 000 yang banyak diminati masyarakat
Siantar, dalam penukaran uang baru menjelan Idul Fitri 25 - 26 Juni 2017.

Selain KPw Bank Indonesia Pematangsiantar, perbankan juga terlibat dalam layanan penukaran uang ini seperti Bank Sumut,BRI,Bank Mandiri dan BNI.

Salah seorang warga, Zulkifli mengaku bahwa menukar uang pecahan baru pada saat bulan Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1438H merupakan suatu kebiasan yang tidak bisa dihilangkan.

Apalagi, uang pecahan itu dipergunakan untuk memberikan THR kepada sanak famili.

"Sebenarnya uang pecahan yang saya perlukan yakni pecahan Rp 2.000, pecahan Rp 5.000, dan pecahan Rp 10.000. Namun karena dibatasi per pecahan satu blok, dirinya tak bisa berbuat banyak,"ucap Zulkifli.

Hal berbeda dialami Heri, dia mengaku tak kebagian uang pecahan Rp 2.000 di hari pertama layanan penukaran uang.

"Aku hanya dapat pecahan Rp 5.000, pecahan Rp 10.000 dan pecahan Rp 20.000 saja bang.Kudengar besok ada lagi,semoga besok uang pecahan Rp 2.000 nya ditambah,"ujar Heri beri masukan.

Sementara Winfrid Manullang, pegawai Bank Sumut yang ikut layanan penukaran membenarkan bahwa pecahan Rp 2.000 cepat habis.

Salah warga menunjukan uang pecahan baru yang baru ditukarkan
dipenukaran uang baru dihalaman par 

"Dalam layanan penukaran uang ini, pecahan Rp 2.000 hanya 250 blok. Makanya, sejak buka pukul 09.05 Wib, uang pecahan itu cepat habis karena masyarakat banyak menukarkan pecahan uang Rp 2.000 tersebut.Selain itu,pecahan Rp 5.000 dan Rp 10.000 juga banyak diminati,"ujarnya sembari mengatakan bahwa pecahan Rp 2.000, Rp 5.000 dan Rp 10.000 habis hanya berselang satu jam, sedangkan pecahan Rp 20.000 masih tetap ada.

Kepala tim layanan penukaran uang Bank Indonesia Pematangsiantar,Sugeng mengatakan akan mengevaluasi terhadap banyaknya permintaan uang pecahan Rp 2.000 dalam layanan penukaran di hari pertama.

"Trims pak. Ini sebagai bahan evaluasi kami. Pecahan uang tertentu (misalnya 2000, atw lainnya) jika banyak diminati oleh masyarakat, maka akan kami tambahkan modalnya di hari-hari kemudian,"ujar Sugeng melalui WA.

Dia menambahkan bahwa modal penukaran di masing-masing bank umum berjumlah Rp 230 juta.Sedangkan, modal penukaran di BI sekitar Rp 600 juta.

"Dan memang sebagai tambahan informasi, modal penukaran di mobil kas keliling BI, lebih besar daripada modal kas keliling di mobil bank umum.Setiap masyarakat dibatasi menukar Rp 3,7 juta, masing-masing mndapat 1 pak pecahan 20rb, 10rb, 5rb dan 2rb,"tambahnya.

Sekedar diketahui,dalam rangka meningkatkan layanan penukaran uang kepada masyarakat, maka selama bulan Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1438H, KPw BI Pematangsiantar juga memberikan layanan kas keliling kepada masyarakat yang dilaksanakan bekerjasama dengan perbankan selama 5 (lima) hari, yaitu tanggal 12 s.d 16 Juni 2017.

Layanan penukaran ini bertempat di Lapangan Pariwisata, Jl. Merdeka Pematangsiantar, dengan jam layanan pukul 09.00 s.d 12.00 WIB. Setiap orang diberikan batasan penukaran maksimal sebesar Rp3,7 juta dengan rincian maksimal penukaran per pecahan Rp20.000,00 sebanyak Rp2 juta, pecahan Rp10.000,00 sebanyak Rp1 juta, pecahan Rp5.000,00 sebanyak Rp500 ribu dan pecahan Rp2.000,00 sebanyak Rp200 ribu.

LIHAT VIDEONYA DI BAWAH INI



Penulis      : franki
Editor        : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.