Header Ads

Wowww, Bapak dan Anak Terlibat Jaringan Narkotika, Satu Honorer KPUD Siantar


LINTAS PUBLIK-SIMALUNGUN, Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran Narkotika jenis Sabu jaringan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Kota Medan. Sebanyak tiga orang pelaku diamankan dari jaringan tersebut yang masih berkaitan dengan jaringan Narkotika di bawah pimpinan Arifin Saragih, yang sampai saat ini masih merupakan buruan Polisi (DPO).

3 orang pelaku yang diamankan tersebut merupakan 1 keluarga (ayah dan anak), yakni Fransiskus Sianipar,Leo Sianipar, dan Brando Sianipar.Pelaku Fransiskus Sianipar (God Father) diketahui merupakan honorer KPU Kota Pematangsiantar.

Dari para pelaku ditemukan 7 buah kartu ATM (a.n. Fransiskus Sianipar,Leo Sianipar, dan Brando Sianipar), Slip setoran tunai BCA 61 lembar senilai Rp. 492.410.000.-, Buku tabungan Tahapan BCA a.n. Brando Sianipar dengan saldo Rp. 131.180.000.- dan buku tabungan Mandiri dan BRI a.n. Fransiskus Sianipar , 1 unit sepeda motor merk Beat dan 1 unit Handphone merk nokia milik Fransiskus.

BACA JUGA  4 Jaringan Narkotika Diungkap Polres Simalungun dan Pembunuh Bayi oleh Ibu Kandungnya

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan , S.IK, MH, saat menjelaskan pengungkapan jaringan
Narkoba di Kantor Sat Lantas Polres Simalungun, Selasa (20/6/2017)
Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan , S.IK, MH, saat menjelaskan pengungkapan jaringan Narkoba di Kantor Sat Lantas Polres Simalungun, Selasa (20/6/2017),  bahwa penangkapan ketiga pelaku tersebut berawal dari tertangkapnya pelaku Marudut Sinurat , Naldo Sinaga dan Putra yang merupakan penduduk Jalan Toba Kota Pematangsiantar.

Ketiga pelaku berhasil diungkap secara berjenjang, dimana pelaku Marudut Sinurat merupakan pelaku yang pertama kali diamankan dari Bah Jambi, bersama barang buktinya berupa 1 bungkus diduga Narkotika jenis Sabu dalam plastic klip, Uang penjualan Narkotika jenis Sabu sebanyak Rp. 700.000.-, 1 unit Handphone merk samsung lipat.Dari Marudut, dilakukan pengembangan ke Naldo Sinaga.

BACA JUGA  4 Jaringan Narkotika Diungkap Polres Simalungun dan Pembunuh Bayi oleh Ibu Kandungnya

Ia ditangkap di Jalan Gereja Kota Pematangsiantar. Darinya ditemukan barang bukti berupa Uang penjualan Sabu sebanyak Rp. 5.800.000.-, 1 unit Handphone merk nokia, 1 unit Handphone merk samsung dan 1 unit Handphone merk oppo. Tidak sampai di situ, pengembangan tetap dilakukan terhadap pelaku lain yakni Putra yang ditangkap dari Jalan Kasat Kota Pematangsiantar.

Darinya juga berhasil ditemukan barang bukti lain berupa 8 bungkus Narkotika jenis Sabu dalam plastic, 2 bong alat hisap Sabu, 1 kaca pirex, 8 pipet, 1 unit Handphone merk samsung, 1 buah tas sandang. Kemudian penangkapan terhadap Riki, yang merupakan termasuk dalam daftar pencarian.

Ketiga pelaku yang merupakan 1 keluarga yakni Fransiskus Sianipar,Leo Sianipar, dan Brando Sianipar memperoleh Narkotika jenis Sabu dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Kota Medan, tepatnya dari salah satu Narapidana yang merupakan anak kandung dari Fransiskus Sianipar yakni Noval Sianipar.

 Barang bukti yang di ungkap Polres Simalungun dipimpin AKBP Liberty Panjaitan 

Diketahui bahwa Noval Sianipar merupakan kaki tangan dari Arifin Saragih , yang sampai saat ini masih merupakan buruan Polisi (DPO). Sedangkan keuangan dari jaringan Arifin Saragih dikuasai istrinya Dewi Matondang , yang saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas BKD Pemko Pematangsiantar dan juga sudah merupakan buruan Polisi (DPO).

BACA JUGA  Oknum LSM dan Mantan Tentara Diduga Bandar Narkoba Ditangkap Polres Simalungun

Kapolres Simalungun juga menjelaskan, bahwa Fransiskus Sianipar dua kali dalam seminggu berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Kota Medan untuk melakukan koordinasi tentang pengiriman barang haram tersebut dengan anaknya Noval. Kemudian pesanan akan diantar kaki tangan Arifin Saragih untuk diedarkan.

“Pengedarannya dilakukan dengan menggunakan Teknologi Informasi, yakni Laptop dan transaksi menggunakan SMS Banking serta Internet digunakan untuk pemasarannya. Dari hasil pemeriksaan terhadap rekening yang dimiliki, diketahui setiap rekening memiliki transaksi ratusan juta rupiah per minggunya. Sedangkan hasil penjualan barang haram tersebut disetor kepada Dewi Matondang (istri Arifin Saragih) yang dilakukan di dua tempat yakni Pasar Horas dan Pasar Parluasan Kota Pematangsiantar,”ujar Kapolres.

Terhadap para pelaku, diancam dengan Pasal 114 ayat (2) Subs 112 ayat (2) Subs 132 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman Mati atau Seumur Hidup.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Anak Sekolah ini Nyanyi Lagu "Narkoba Merusak Jiwa dan Masa Depan Kita" - Kampanye Anak Muda Say No Drugs






Penulis    : franki/rel
Editor      : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.