Header Ads

Ditinggalkan Suami, Punya Anak 4, Lenni Boru Hutajulu Terbaring Lumpuh Mohon Bantuan Donatur


LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Lenni Marlina Hutajulu (38 tahun) , warga jalan Farel Pasaribu atau jalan Lapangan bola bawah terbaring Lumpuh tak berdaya dirumah orang tuanya.

Saat dijumpai kru media lintaspublik.com, Lenni Hutajulu hanya bisa bilang sakit dan seluruh badannya panas.sehingga dibutuhkan pijatan-pijatan untuk mengurangi sakitnya.

Menurut ibunya Boru Manalu yang merawat Lenni Hutajulu, Lenni terserang lumpuh sejak bulan Desember 2016, dan setelah itu berobat therapy, dan rumah sakit. Kondisinya sedikit mendingan, dan Lenni dapat  berjalan tertatih, tapi pada bulan April 2017 kembali kambuh.Sampai saat ini Lenni hanya terbaring ditempat pembaringan apa adanya, untuk makanpun susah dan bila makan sering mual dan muntah.

BACA JUGA   Pemulung Ini Menangis, Mendapat Bantuan Pendidikan dan GAS Peduli

Ditinggalkan Suami, Punya Anak 4, Lenni Boru Hutajulu Terbaring Lumpuh Mohon Bantuan Donatur
Lenni Hutajulu saat berbaring ditempat tidur, dan terlihat tanggannya keram dan nyeri apabila penyakitnya kambuh, demikian juga kedua kakinya akan terasa nyeri dan panas. - foto. Scrennshot Facebook Group Anak Siantar (GAS).



"Dia (Lenni), hanya bilang mak panas mak, sakit mak...sakit mak, ketika itu terlihat tangannya sesekali mengejang, seturng dengan kakinya yang juga mengejang,"kata Boru Manalu, Jumat (22/9/2017) di jalan Farel Pasaribu Pematangsiantar Kelurahan Pardamean.

Ibu Lenni juga menjelaskan, bahwa Lenni Hutajulu memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang mereka  bayar sendiri (Mandiri). Boru manalulah yang menanggung beban kebutuhan sehari-hari Lenni Hutajulu dan ke 4 (empat) anak-anaknya, sementara suaminya Lenni sudah pergi menikah lagi.

"Suaminya sudah menikah lagi, sudah 8 tahun lalu, jadi mereka tanggunggan saya dan 3anak  masih sekolah, Julastri  Ambarita (SMA), Ferdinand Ambarita (SMP), Andriano Ambarita (SD) dan Randes Ambarita  tidak sekolah lagi dan telag dewasa,"jelasnya Boru Manalu yang tak kuat lagi memenuhi kebutuhan putri dan cucunya ini.

Ketika ditanya kemana saja Lenni Hutajulu dibawa berobat, dengan polos dan rasa sedih, Boru Manalu menerangkan, bahwa Lenni sudah dibawa berobat ke beberapa rumah sakit di Siantar, tapi hasil pemeriksaan dan pengobatan belum menunjukan kesembuhan berarti.

BACA JUGA   May Sarah Siregar Pelajar SMAN 2 Siantar Berbagi Kepada Pemulung dan Pengamen 

BACA JUGA   Rengut Tiga Nyawa, Group Anak Siantar (GAS) buat Gerakan Peduli Bencana di Face Book

Boru manalu ibunda Lenni Hutajulu saat menceritakan riwayat sakit Lenni Hutajulu.foto. Scrennshot Facebook Group Anak Siantar (GAS).

"Kerumah sakit di Siantar sudah, ada yang bilang syaraf terjepit, yang satu rumah sakit lagi syarafnya tak apa-apa, tapi yah kondisinya seperti inilah, kasihan dia (lenni). Kealternatifpun sudah kesana kemari, setiap beberapa menit pasti kesakitan, kadang katanya panas...., pegal makkk, sakit mak,"ucap Boru Manalu sambil memijat-mijat Lenni yang saat itu merasa nyeri kesakitan.

Ditempat itu, Lenni yang berhasil diwawancarai secara pelan-pelan, sangat berharap bantuan para donateur, karena dirinya masih ingin sehat, dan dapat bekerja kembali.

"Tolong bantu saya yah pak, mohon bantuan anak-anak siantar semua, saya mau sembuh, saya mau lihat anak-anak sampai tumbuh dewasa, dan kalau boleh melihat mereka menikah nantinya,"tutur Lenni Hutajulu memelas.

Informasi yang diterima media ini, Lenni Hutajulu sewaktu masih sehat pernah membuka warung nasi di Pangururan dan bahan-bahan makannya di ambil dari kota Pematangsiantar.

"Dia dulu buka warung makan di Pangururan jalan Ronggur ni Huta Samosir, ada beberapa tahun disana sejak dia dipasu-pasu (Menikah) di HKBP kota Pangagruran."ungkap ibunda Lenni kasihan melihat putrinya itu semakin hari semakin kurus dan tak berdaya.

Bila anda bersedia membantu kesembuhan Lenni Hutajulu, Anda dapat menghubungi  pengurus Group Anak Siantar (GAS) atau Group Anak Siantar (GAS) .  atau  GAS Peduli


LIHAT VIDEONYA DI BAWAH INI




Penulis   : tagor
Editor    : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.