Header Ads

Ternyata, PDAM Tirtauli Luluh Karena Surat Pengakuan Utang dari PD.Pasar Horas Jaya


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, PDAM Tirtauli menganggap bahwa penyambungan instalasi air di Pasar Dwikora milik PD.Pasar Horas Jaya bukanlah tindakan pilih bulu.

Meski memiliki tunggakan berkisar Rp.480 juta dan baru menyicil Rp.10 juta,penyambungan instalasi di Pasar Dwikora tersebut,demi pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA  Alamak!, Utang Pasar Horas Jaya Rp.480 Juta, PDAM Tirtauli Sambung Lagi Karena di Bayar Rp.10 Juta 


"Soal nyicil Rp.10 juta itu, kita tidak pilih bulu kepada PD.Pasar Horas Jaya.Kebutuhan air untuk pedagang dan masyarakat sangat penting disana (Pasar Dwikora).Ini bentuk pelayanan saja.Banyak kok masyarakat yang kita bantu ketika menunggak.Kita selalu beri keringan.Jadi tidak benar PDAM Tirtauli pilih bulu,"ujar Direktur Utama, Badri Kalimantan saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis (14/9/2017).

BACA JUGA  PDAM Tirtauli Dituding Pilih Kasih Sambung Instalasi Air di Pasar Dwikora, Ada Utang Rp. 480 Juta, Dibayar Rp. 10 Juta Air Disambung Lagi 

BACA JUGA   Tak Bayar Air Sejak 2015, Direksi Pasar Horas Jaya Dinilai Urus WC Saja Tidak Mampu 

Dijelaskan Badri, penyambungan instalasi air itu juga karena PD.Pasar Horas Jaya membuat surat pengakuan utang dan surat penjadwalan membayar utang dengan cara mencicil.

"Kita kan sesama Perusahaan Daerah.Kita lihatlah niat baiknya.Mereka kan sudah buat surat pengakuan utang dan penjadwalan pembayaran utang dengan cara menyicil,"ucap Badri.

Sebelumnya,Rasyid Sinambela dan Mariani kompat menyatakan bahwa PDAM Tirtauli terkesan pilih buluh dengan penyambungan instalasi air di Pasar Dwikora.

Menurut mereka,dengan menyicil Rp 10.juta padahal memiliki tunggakan berkisar Rp.480 juta adalah tidak wajar.

Bahkan mereka membandingkan perlakuan PDAM Tirtauli kepada mereka saat menunggak membayar air.


LIHAT JUGA VIDEO DIBAWAH INI




Penulis    : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.