Header Ads

Dukung Destinasi Danau Toba, Damri Tujuan Siantar, Parapat dan Silangit Resmi Beroperasi


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Dinas Perhubungan Anthony Siahaan melaunching angkutan pemadu moda Damri untuk beroperasi rute dari stasiun kereta api Kota Pematansiantar Jalan WR Supratman-Parapat-Bandara Silangit.

Acara ini dihadiri Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Esron Sinaga, Kepala Dirve kereta api Sumut Aslikan, Perum Damri Muhiddin, dan Kadishub Simalungun, Senin (6/11/2017).

Berkaitan dengan peresmian itu, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pengembangan kawasan Danau Toba.

Ia juga menerangkan, berbagai permasalahan pelayanan angkutan umum yang dihadapi saat ini antara lain soal waktu jarak tempuh perjalanan disebabkan berbagai hal.


"Dengan pengoperasian bus pemadu moda ini yang dikelola oleh Perum Damri diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara moda transportasi baik di kota Pematangsiantar maupun dari dan menuju Kota Pematangsiantar sehingga pelayanan masyarakat pengguna jasa angkutan umum menjadi semakin baik," kata Hefriansyah.

Hefriansyah berharap kepada pihak Perum Damri selaku operator kiranya kualitas pelayanan bus pemadu moda ini dapat dikelola dan dikendalikan dengan sebaik-baiknya untuk memberikan jaminan rasa aman, nyaman kepada penumpang serta tarif ongkos angkutan yang relatif terjangkau. Sehingga pada gilirannya animo masyarakat yang cenderung saat ini memilih angkutan pribadi akan beralih ke angkutan umum.

"Perlu kita ketahui bersama bahwa pengoperasian bus pemadu moda ini ditunjukkan untuk mendukung pengembangan aksesibilitas ke kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba yang saat ini sedang digalakkan pemerintah,"ucap Hefriansyah meminta elemen masyarakat mendukung program kerja tersebut.

Sementara itu, Direktur BODT Ari Prasetyo mengatakan pihaknya merupakan instansi yang terus berupaya menyatukan visi dari semua pihak yang berkompeten sehingga rencana peningkatan jumlah pengunjung di Danau Toba dapat meningkat.

Ari mengaku saat ini sedang diupayakan agar dari negara lain membuka rute penerbangan internasional dan hal itu dipercaya meningkatkan pengunjung kawasan Danau Toba.

"Informasinya akan ada penerbangan dari Cina ke Silangit dan negara lainnya. Mudah-mudahan tahun 2018 ini dapat terealisasi. Saat ini bandara Silangit sudah dibuka ke Singapore," jelasnya.

Ari mendorong agar pihak Kereta Api dapat mensiasati agar jarak tempuh tidak melewati 2 jam sehingga pengunjung dapat ke Danau Toba datang dan pulang di hari yang sama khususnya bagi instansi yang akan melakukan rapat di kawasan tersebut. Dan pihak Pemko Pematangsiantar diharapkan mampu berinovasi khususnya dibidang kuliner sehingga minat pariwisata bisa lebih berminat beraktifitas di kota ini. Ari mengutarakan bahwa kuliner di kota ini terkenal mendunia sesuai dengan pengalaman tamu dari luar negeri.

"Saya juga berharap stasiun Siantar ini dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Nanti juga diharapkan para pengunjung yang mau ke Danau Toba bisa membawa sepeda sendiri nantinya dipakai disana. Kemudian, mobil rental juga bisa semakin maju. Pengunjung luar negeri juga penting tetapi wisatawan nusantara juga perlu. Pertumbuhan ekonomi dibidang lainnya juga di Siantar bisa bangkit,” katanya.

Pimpinan Divre Kereta Api Sumut, Aslikan mengatakan pihaknya akan menambah rute perjalanan kereta api dari satu kali menjadi tiga kali. Saat ini juga sedang dipersiapkan kereta api cepat dan diharapkan di pertengahan bulan Nevember dapat dioperasikan.

“Ini untuk mendukung kawasan Danau Toba. Intinya kita akan mensinergitaskan semuannya. Rute kita kedepan akan menjadi tambah dua kali,” ucapnya.

Pada tempat yang sama, Kadishub Provinsi Sumut Athony Siahaan meminta semua pihak menyikapi pengembangan kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata andalan nasional, dimana Danau Toba menjadi satu dari sepuluh andalan wisata di Indonesia. Hal utama adalah bagaimana sekarang semua lapisan masyarakat agar dapat bersinergis mengembangkan itu.

“Dari sisi kami pemerintah provinsi Sumatera Utara bagaimana mengembangkan wilayah Sumatera Utara ini. Danau Toba itu harus dikembangkan. Dari sisi transportasi kita mengerjakan bagaimana konektifitas antar wilayah se kawasan Danau Toba ini bisa lebih baik. Kreta api dan jalan sudah ada. Jadi bagaimana mengkoneksikan kereta api dan jalan yaitu dengan adanya transportasinya,” terangnya.

Anthony yang pernah mennjadi Penjabat Walikota Pematangsiantar ini menerangkan,sejauh ini Perhubungan Provinsi menyediakan sekitar 2-3 unit bus dan nantinya akan ditambahkan sesuai dengan permintaan kebutuhan. Tidak menutup kemungkinan angkutan umum lainnya bisa mengangkut penumpang dari kawasan Stasiun Kereta Api menuju Parapat dan Bandara Silangit.

Menurutnya, multi efek keberadaan Kereta Api dan Damri ke kota Siantar pasti ada. Namun hal itu tergantung kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar menangkap peluang yang ada.

"Makanya waktu saya menjabat Pj Walikota Pematangsiantar saya mengusulkan bagaimana kota Siantar ini salah satu daerah yang masuk menjadi kawasan Danau Toba,"jelasnya.

Ia mengaku trayek baru ini tidak menjadi masalah dengan angkutan umum lainnya. Sebab, tidak mungkin ada yang naik Damri dengan ongkos yang lebih tinggi.

Anthony Siahaan menegaskan Damri tersebut tidak dibenarkan untuk mengangkut penumpang ditengah jalan selain dari Stasiun Kereta Api-Parapat hingga Bandara Silangit.

"Bakal tidak mau orang naik dengan harga tinggi. Dari sistem itu (dijamin tidak ada naik penumpang yang tidak langsung Prapat dan Silangit-red). Disamping itu, kita adakan pengawasan. Nanti juga ada nomor aduan dan bisa disampaikan langsung ke kami," terangnya tanpa menjelaskan besaran ongkos Damri.


Penulis    : franki
Editor      : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.