Header Ads

GNPF Ulama Bantah Buat Perjanjian dengan Edy Rahmayadi


LINTAS PUBLIK - JAKRATA, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama membantah kabar soal keberadaan perjanjian dengan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah.

Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengklaim pihaknya belum menentukan dukungan politik.

"Kami belum sampai sana. Enggak ada [perjanjian] itu," ucap Yusuf usai konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Sekjen GNPF Ulama Al Khathath (kiri) dan Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak,
di Jakarta, Senin (12/3).

Yusuf mengamini GNPF Ulama memang bakal memberikan dukungan kepada salah satu calon kepala daerah yang bakal berkontestasi di Pilkada serentak. Bentuknya, pemberian rekomendasi GNPF Ulama di tingkat daerah.

Akan tetapi, Yusuf melanjutkan, GNPF Ulama baru akan menentukan dukungan itu setelah Kongres Umat Islam, April.

"Jadi memang belum sampai ke situ," ucapnya.

Senada, Sekjen GNPF Ulama Muhammad Al-Khathath mengatakan belum ada nama calon kepala daerah yang akan didukung oleh GNPF Ulama.

Dikirim oleh Lintas Publik pada 12 Maret 2018



"Nanti baru akan dibicarakan di Kongres Umat Islam bulan April," ujarnya.

Sebelumnya, beredar foto perjanjian antara GNPF Ulama Sumatera Utara dengan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Edy mengaku berjanji bakal mengedepankan kepentingan umat Islam jika berhasil memenangkan Pilgub Sumatera Utara. Misalnya, menjaga keberadaan dan menyertifikasi masjid-masjid secara bertahap serta membangun Islamic Center.

Dia juga berkomitmen untuk membangun ekonomi Islam dengan mewujudkan perbankan syariah.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Edy di atas materai Rp6ribu. Musa Rajekshah juga turut menandatangani. Begitu pula Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama Sumatera Utara Leo Imsar andan serta Ketua GNPF Ulama Sumatera Utara Heriansyah.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Sumber    : cnn 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.