Header Ads

Hadang Narkoba Masuk, BNN Gandeng PDRM


LINTAS PUBLIK - JAKARTA. Modus penyelundupan narkoba dalam jumlah yang tidak terlalu besar dilakukan dengan cara memasukkan barang haran itu ke sepatu. Modus itulah yang sering lolos hingga akhirnya menyebar ke seluruh Indonesia.

“Kita sudah sering tangkap dengan modus seperti itu, tapi mungkin ada yang lolos hingga menyebar ke Solo, Jakarta, Bali dan daerah lainnya,” kata Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Arman Depari,” Kamis (8/3/2018).

Hadang Narkoba Masuk, BNN Gandeng PDRM
Arman Depari Kepala Deputi Pemberantasan BNN (baju biru)
Dikatakan, Indonesia menjadi negara tujuan setelah barang itu transit di Malaysia. BNN juga bekerjasama dengan pihak Polis Diraja Malaysia (PDRM) untuk terus melakukan pencegahan peredaran barang tersebut.

Arman menyebutkan bahwa pengiriman narkoba yang digagalkan sebagian besar berasal dari luar negeri. Ada dari Eropa, ada dari Asia Timur, dan ada dari ASEAN sendiri. Saat ini kebanyakan ditemukan berjenis tembakau seperti yang kita temukan beberapa waktu lalu. Tetapi ada juga yang berbentuk serbuk atau tepung.

Dikirim oleh Lintas Publik pada 7 Maret 2018

“Berdasarkan kerjasama kita yang intensif dengan pihak kepolisian Malaysia, kita akan melakukan operasi bersama atau Join Operation bersama PDRM untuk memberantas narkoba.” pungkasnya.

Badan Narkotika Nasional dalam konferensi persnya di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (8/3/2018) berhasil mengungkap enam kasus tindak pidana narkotika dari berbagai daerah. Barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 53,9 kilo gram sabu dan 70.905 butir pil ekstasi.


Sumber   : poskota 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.