Header Ads

Anggota DPRD Ini Berjuang dari Gubuk di Jalan Diponegoro


LINTAS PUBLIK, Jalan berliku dilalui Elisabeth CH Mailoa, sebelum jadi anggota DPRD DKI. Berbekal baju di badan ia mengadu nasib ke Jakarta dari kampung halamannya di kota Ambon, Maluku.

Untuk memenuhi hidupnya, perempuan yang akrab disapa Else ini hanya mengandalkan hidup sebagai relawan partai politik yang tidak ada gajinya. Else merupakan salah satu korban politik saat kerusuhan 27 Juli 1996, saat kantor DPP PDI diserang kelompok massa.

Pasca-kejadian tersebut ia tinggal di gubuk di reruntuhan gedung partai berlambang kepala banteng pimpinan Megawati Soekarno Putri di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakpus.

Elizabeth CH Mailoa, anggota DPRD DKI Jakarta.
Iapun mengenangkan saat masih menghuni gubuk itu bersama lima temannya. “Hidup saya hanya mengandalkan sebagai aktivis,” kenang ibu dari satu anak.

Selama menjadi aktivis sayap partai, Else sering berhubungan dengan aktivis lain yang sama-sama punya banyak rekan. “Dari situ tersebar dari mulut ke mulut tentang jati diri saya sebagai pejuang kesejahteraan.

Berkat kegigihannya memperjuangkan rakyat kecil, iapun dilirik PDI Perjuangan untuk menjadi calon legislatif. Dan terpilih pada Pemilihan Umum Calon Legislatif (Pileg) periode 2014-2019.

“Kebetulan saya duduk di Komisi E, maka saya paling cerewet soal kebijakan Pemprov DKI terutama yang menyangkut masalah pendidikan dan kesehatan,” ujar Else mengawali cerita perjalanan hidupnya di gedung DPRD DKI Jakarta.

BERI KEADILAN

Jika ada warga miskin yang kehilangan hak atas BPJS maka dia akan terus mengejar instansi berwenang untuk memberikan keadilan.

“Begitu pula jika ada siswa keluarga miskin yang tidak dapat bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) maka saya akan perjuangkan sampai si anak itu dapat bantuan operasional sekolah yang kini bernama KJP Plus,” ujar politisi PDIP berusia 55 tahun yang memulai hijrah ke Jakarta pada dekade 90-an. “Pokoknya saya akan konsen memperjuangkan hak orang miskin agar lebih sejahtera,” tambah Else yang merasa sudah amat akrab dengan kemiskinan.

Else kini sudah lebih dari 3,5 tahun menjadi wakil rakyat Jakarta dengan gaji besar. Tapi gaya hidupnya tak jauh beda dibanding sebelumnya. Hanya saja, dia sekarang kemana-mana sudah menggunakan mobil pribadi.

“Saya saat ini masih bayar kredit mobil, makanya belum berani mengambil rumah dan masih tinggal di kontrakan,” ujar Else yang tinggal di rumah kontrakan Jalan Matraman Dalam 5 Jaktim. Sedangkan anak tunggalnya masih kuliah di Universitas Dr Mustopo, Jakarta.


Sumber   : poskota

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.