Header Ads

Asal Muasal Nama Simalungun Ditampilkan di Panggung Budaya Serbu Siantar


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Drama musikal asal muasal nama Simalungun ditampilkan pada Festival Semarak Budaya (Serbu) Kota Siantar 2018, pada Selasa (24/4/2018) malam di Lapangan Adam Malik.

Drama musikal ini dibawakan Lembaga Kebudayaan (LK) Universitas Sumatera Utara (USU), Etnomusikologi USU dan Teater O USU. Pementasan berlangsung di acara panggung Festival Serbu Siantar 2018.

BACA JUGA  Pertandingan Margala di Festival Serbu Siantar Sangat Disukai


Drama musikal kali ini menampilkan asal muasal nama Simalungun diadaptasi dari sejarah Kerajaan Simalungun yang dipadu dengan tari serta musik etnis Simalungun. Selain itu, drama memakai bahasa Indonesia yang kental dengan dialek Siantar nya.

Drama musikal asal mula nama Simalungun ini diawali dengan tarian. Kemudian disusul percakapan seorang raja dan permasuri dalam Kerajaan Simalungun dibalut dengan bahasa kekinian. Pembicaraan keduanya tidak begitu monoton, karena diselingi humor dan iringan musik.

Selanjutnya, drama ini menghadirkan 3 orang prajurit kerajaan yang membawa pedang replika. Kedatangan ketiga prajurit perang dalam drama ini menambah suasana gelak tawa dari penonton.

Drama musikal ini menceritakan tiga kerajaan Simalungun yakni Kerajaan Tanah Jawa, Kerajaan Raya dan Kerajaan Silou yang sudah berjaya menaklukkan peperangan.

"Drama musikal menceritakan asal muasal Simalungun ini kita adopsi dari sejarah Kerajaan Simalungun. Pementasan ini berdurasi 58 menit, termasuk, tari dan musiknya. Ada juga kita selipkan humor," kata Panji.

Dalam drama musikal ini bercerita tentang 3 kerajaan yang sudah menaklukkan semua musuh dalam peperangan. Raja pun berniat memecat seorang jendral dan prajurit karena sudah tidak ada lagi perang. Diam-diam, para prajurit pun membalas dan menyusun rencana di kerajaan itu.

"Selain diadaptasi dari sejarah Simalungun, drama musikal ini juga punya pesan, bahwa dalam sebuah kerajaan itu pasti ada penghianatan atau konspirasi. Dan itu sering dilihat di pemerintahan kita saat ini," kata Panji.


Penulis   : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.