Header Ads

Meledak, Gadis Ini Tewas Pakai HP yang Tengah Di-Charge


LINTAS PUBLIK - JAKARTA,  Rasanya tak ada kegiatan apapun yang tak bisa dilakukan dengan telepon genggam atau handphone (HP). bahkan, bila benda itu tertinggal maka pemiliknya bisa mati gaya.

Tapi seperti benda lain, HP pun harus diistirahatkan biar sejenak. Menggunakannya saat Hp dalam proses pengisian sangat berbahaya.

Seorang gadis di India dikabarkan Viral4real kehilangan nyawa akibat kebiasaannya ini. Remaja itu, Uma Oram dari desa Kheriakani di distrik Jharsuguda di Odisha, pingsan setelah HP-nya meledak.

HP yang meledak dan menewaskan seorang gadis di India.
Dia menderita luka di tangan, kaki, dan dadanya akibat ledakan. Meskipun dia segera dilarikan ke rumah sakit, dia dinyatakan meninggal pada saat kedatangan.

“Baterainya tiba-tiba meledak. Sebelum kami tahu apa yang sebenarnya terjadi, Uma jatuh pingsan. Dia dinyatakan meninggal di rumah sakit,” kata Durga Prasad Oram dilaporkan Metro UK.

Durga mengatakan adiknya baru saja selesai makan siang ketika dia ingat bahwa dia harus berbicara dengan seorang kerabat. Tetapi karena HP hampir kehabisan baterai, ia mengisi daya HP itu.

Keluarga Uma berencana mencari kompensasi dari produsen telepon, karena percaya telepon itu rusak hingga menyebabkan ledakan mematikan. Namun, HMD Global, perusahaan yang memproduksi model-model Nokia baru, menyangkal telepon itu adalah salah satu dari mereka.

“Meskipun kami belum dapat memverifikasi secara independen fakta-fakta dari salah satu laporan ini, kami dapat mengonfirmasi bahwa HP yang dipermasalahkan tidak dibuat atau dijual oleh HMD Global, rumah baru ponsel Nokia, yang disiapkan pada tahun 2017 untuk membuat berbagai perangkat Nokia baru,” kata HMD dalam sebuah pernyataan.

“Sebagai HMD Global, kami berkomitmen untuk memproduksi handset berkualitas tinggi yang memberikan pengalaman pengguna yang kuat dan memenuhi harapan pelanggan yang tinggi,” sambungnya.

Kematian gadis itu masih dalam penyelidikan polisi.


Sumber   : poskota 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.