Header Ads

Moeldoko Bantah 7 Jenderal Jokowi Buat Lawan Prabowo


LINTAS PUBLIK - JAKARTA, Sejumlah jenderal berada di belakang Presiden Joko Widodo. Ada yang menyebut sebagai strategi Presiden untuk melawan rivalnya di Pilpres 2019 yang juga seorang jenderal, Prabowo Subianto.

Menurut Kepala Staf Presiden Jenderal (Pur) Moeldoko, anggapan para jenderal di posisi strategis untuk melawan Prabowo, sama sekali tidak benar. “Sebenarnya tidak untuk melawan (Prabowo), semuanya warga negara Indonesia, jadi kenapa dilawan. Dalam politik itu yang ada hanya memperkuat,” ujar Moeldoko, di kantornya, Rabu (11/4/2018).


Jadi, lanjut Moedoko, konteksnya bukan untuk melawan, tapi memperkuat posisi Joko Widodo. Menurut dia, menggunakan kata “melawan” itu tidak baik digunakan dalam dunia demokrasi. “Pengertiannya menurut saya dalam sebuah demokrasi tidak bagus,” jelasnya.

Menurutnya, dalam demokrasi sebaiknya jangan ada lawan. “Separing partner-lah, kira-kira begitu,” lanjut dia. Sejumlah purnawirawan baik TNI dan Polri saat ini berada di belakang Jokowi. Yang terakhir bergabung di lingkaran kekuasaan Presiden Jokowi adalah Moeldoko.

Beberapa jenderal di lingkaran kekuasaan adalah :

  • Jenderal Luhut Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Maritim, 
  • Sidarto Danusubroto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, 
  • Gories Mere sebagai Staf Khusus Presiden, 
  • Ryamizard Ryacudu sebagai Menteri Pertahanan, dan 
  • Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, 
  • Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan 
  • Moeldoko Kepala Kantor Staf Presiden. 

Satu jenderal bintang empat yang keluar dari ring satu Presiden Joko Widodo adalah Tedjo Edhy Purdijatno, karena dicopot dari posisinya sebagai Menkopolhukam.


Sumber   : poskota 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.