Header Ads

Ombudsman Duga Soal USBN di DKI Bocor ke Sejumlah Bimbel


JAKARTA, Ombudsman DKI memantau penyelenggaraan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di 14 sekolah baik SMP atau SMA di Jakarta. Hasil pemantauannya, Ombudsman menduga ada indikasi kebocoran soal USBN ke sejumlah Bimbingan belajar (Bimbel).

"Kami itu tanggal 19-27 Maret itu memantau USBN. Ada dugaan kebocoran soal. Karena kami dapat informasi dari orang tua murid, pada saat pelaksanaan USBN itu ada soal yang dari tempat bimbingan belajar sama dengan soal yang diujikan di USBN," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Ombudsman Jakarta Dominikus Dalu, Kamis (5/4/2018).

Ikustrasi ujian/net
Dominikus menuturkan dugaan kebocoran soal diketahui langsung dari siswa. Menurutnya, salah satu penyebabnya karena soal tersebut difotokopi di luar sekolah.

"Ya kan anak-anak itu kasih tahu, ternyata soal yang diujikan sama persis dengan di bimbingan belajar. Karena soal itu didistribusi ke sekolah seminggu sebelum ujian, itu kan potensial (bocor). Apalagi itu diperbanyak nggak di sekolah, nggak ada pengawasan juga," papar dia.

Selain kebocoran soal, Ombudsman juga menemukan pelanggaran prosedur operasional standar (POS). Salah satunya, ada guru suatu bidang studi yang mengawasi ujian untuk bidang studi yang dia ajarkan.

"Kemudian guru bidang studi nggak boleh mengawasi ujian yang bidang studinya sedang berlangsung, karena itu ada potensi (curang)," terang Dominikus.

Hasil pemantauan Ombudsman Jakarta ini kemudian diserahkan ke Dinas Pendidikan DKI. Saran Ombudsman, harus ada sanksi yang diberikan kepada pihak sekolah yang tidak menjalankan POS. Sedangkan untuk kebocoran soal diharapkan diselidiki lebih dalam.

"Kita belum ini (berikan rekomendasi), sifatnya masih saran. Misal, harus ada sanksi buat sekolah yang nggak menjalankan POS. Terus dilakukan penelitian lebih jauh data dari Ombudsman (mengenai kebocoran soal). Kalau terbukti, ya, harus ada tindakan," tutup Dominikus.

Sumber : detik

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.