Header Ads

Tolak Revitalisasi Balerong Pasar Horas, Pedagang dan Mahasiswa Demo Lagi


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Ratusan pendemo yang tergabung dalam aliansi pedagang balimbel ( Balerong, kaki lima dan kios tempel ) Pasar Horas kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Pematangsiantar, Selasa pagi (17/4/2018) sekira pukul 11.00 WIB.

Pendemo meminta DPRD Kota Pematangsiantar menepati janjinya untuk melakukan rapat dengar pendapat antara aliansi pedagang, mahasiswa dengan Pemko Pematangsiantar dan PD.PHJ (Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya).

Orator aksi David Marpaung berulang kali menyuarakan agar DPRD memihak kepada pedagang.

BACA JUGA  Terkait Penolakan Revitalisasi Balerong, Pedagang Pasar Horas Ogah Ikuti Rapat


Dalam pernyataan sikap mereka, bersuara keras : Pertama, menolak skema revitalisasi dan penataan yang dilakukan PD.PHJ dalam bentuk pembangunan baleronh yang menitik beratkan biaya pembangunan kepada pedagang dengan harga yang tak terjangkau oleh pedagang kaki lima berupa biaya sebesar Rp 65 juta rupiah, pedagang baleronh Rp 8 juta per satu KIB (Kartu Ijin Berjualan) padahal hanya berupa bangunan terbuka dan pedagang kios tempel Rp 8 juta per kios. Bagi pedagang skema ini sama saja dengan mengusir pedagang kecil secara halus dan menggantungkan leher pedagang pada investor/kreditur bank yang secara perlahan membunuh ekonomi pedagang itu sendiri.

Kedua, menolak waktu pembangunan balerong yang ditetapkan oleh PD.PHJ yaitu di bulan April 2018-selesai. Mengingat sosialisasi dilakukan diakhir bulan Maret, sehingga pedagang tidak memiliki kesiapan finasial dan mental. Selain itu, kami meminta waktu pembangunan berdekatan dengan hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, kami meminta waktu pembangunan dilakukan dimulai pertengahan bulan Januari 2019 sebagai waktu yang paling ideal bagi pedagang. Itupun dengan syarat skema pembangunan dan pembayaran tidak lagi mencekik leher pedagang.

Ketiga, menolak dijadikannya pedagang sebagai sapi perah PD.PHJ dalam menutupi kerusakan finansial akibat amburadulnya manajemen PD.PHJ.

Hingga saat ini, anggota DPRD Kota Pematangsiantar belum menanggapi aksi pengunjuk rasa.

Salah satu anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Oberlin Malau hanya memberitahukan bahwasanya ada pertemuan perwakilan etnis Simalungun dengan Pemko Siantar dan DPRD Kota Pematangsiantar yang masih berlangsung di ruangan ketua DPRD Kota Pematangsiantar.


Penulis   : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.