Header Ads

Viral Pemuda yang Matanya Infeksi Berat Karena Abu Rokok Pemotor


LINTAS PUBLIK - SEMARANG, Sepekan terakhir, wajah pemuda dengan perban di mata kiri viral di Instagram. Pemuda yang diketahui bernama Febry Risdhiyatama Fahrurriza (20) itu mengalami iritasi berat setelah matanya terkena abu rokok ketika berkendara motor.

Ditemui di Kampusnya, Poltekkes Semarang Kampus III, Febry menceritakan kisah di balik fotonya yang viral itu. Berawal ketika ia pulang dari Kampus I di Tembalang menuju kos di dekat Kampus III di Pedurungan tanggal 22 Maret 2018 lalu.

"Waktu itu pulang naik motor sekitar jam 21.30 WIB. Kejadian pas sampai daerah Sigar Bencah," kata Febry, Selasa (3/4/2018).

Febry Risdhiyatama Fahrurriza mengalami infeksi berat karena matanya kena abu rokok pemotor.
Kala itu Febry berkendara sendiri dan di depannya ada motor yang ditumpangi 2 pria. Pria yang membonceng sedang merokok dan memegang rokok di tangan kanan. Kemudian pria tersebut menyentakkan rokoknya hingga abu dan bara tersebar ke belakang.

"Saya mau nyalip dari kanan. Terus ada abu rokok masuk mata kiri, perih banget, panas. Padahal helm sudah saya tutup kacanya," ujar Febry.

Pemuda asal Rejosari, Purwodadi, Grobogan itu langsung buru-buru ke kamar mandi di SPBU dekat lokasi. Ia melakukan penanganan pertama dengan membasuh mata yang pedih menggunakan air.

Febry kemudian langsung secepatnya menuju kos dan memberikan obat tetes mata. Saat itu Febry membiarkannya dan berharap obat yang diberikan bisa membantu.

"Lama-lama mata kiri kok tambah perih, mata merah, pandangannya juga blur," ujarnya.

Ia memutuskan untuk periksa ke dokter karena khawatir. Benar saja, ternyata kata dokter, Febry sudah mengalami iritasi dan infeksi berat. Obat diberikan dan mata kiri Febry diperban.

Saat Febry kuliah dengan mata diperban, teman-temannya memotret dan mengedit dengan menambahkan narasi mata Febry sakit akibat abu rokok pengendara motor. Foto itupun viral dan diposting akun-akun populer di instagram.

"Itu yang upload teman, saya malah nggak upload," kata anak pertama pasangan Riris Budiyono dan Yuli Ekadhini itu.

Sepekan kemudian, hari Sabtu (31/3), Febry kembali ke dokter dan perbannya sudah diperbolehkan dilepas. Mata Febry memang sudah tidak merah, namun pedih kadang dirasakan.

"Masih agak-agak pedih sama agak blur, belum pulih benar," tandasnya.

Ia berharap peristiwa yang menimpanya bisa dijadikan pembelajaran. Febry menegaskan dirinya tidak masalah dengan perokok karena banyak teman-temannya yang merokok, ia berharap agar perokok bisa melihat situasi dulu termasuk ketika berkendara.

"Merokok boleh-boleh saja, tapi sebisa mungkin lihat situasi. Semoga aturan larangan merokok saat berkendara bisa ditegakkan," katanya.

Kepada teman-temannya yang merokok, Febry menceritakan pengalamannya dan berharap mereka tidak merokok saat berkendara. Selain itu kini Febry memilih mengalah jika masih menemukan pemotor yang melaju sambil merokok.

"Sekarang nggak berani nyalip kalau ada yang seperti itu. Pilih nunggu mereka jalan dulu saja, hehe," tutup Febry.


Sumber   : detik

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.