Header Ads

Yuk Lebih Berhati-hati Saat Bermain Balon Gas


LINTAS PUBLIK, Kita semua tahu, sebagian besar anak menyukai balon, apalagi balon gas yang bisa terbang. Tapi, pernah kepikiran nggak sih, Bun, ada bahaya di balik balon warna-warni kalau kita nggak hati-hati?

Mungkin Bunda pernah dikirimi pesan ini dari grup chat keluarga. "Just share guys.. Ini info yg perlu diingat-ingat.. Karena pengalaman di EO jadi kami tau hal ini, tp kebanyakan orang nggak tahu.. Semua balon yg bisa terbang itu pasti pakai karbit dan bukan helium.. Kalau helium itu nggak bisa terbakar, tp gas untuk ngisi 1 balon itu aja bisa Rp 30 sampai 40 ribuan.. Sementara gas karbit cuma Rp 3.000 per balon.. Tapi gas karbit itu highly flamable.. Hati-hati yaa buat teman-teman yang punya anak, waktu merayakan ultah anaknya.. Pokoknya dilarang nyalakan korek atau lilin atau api apa pun di dekat balon yg bisa terbang itu.. Dijamin terbakar.."

ilustrasi
Hoax atau bukan ya? Ternyata bukan hoax, Bun. Balon gas yang bisa terbang itu memang bisa diisi dengan gas hidrogen dan gas asetilen yang merupakan reaksi dari larutan kalsium karbida atau biasa dikenal dengan gas karbit.

Balon yang biasa kita jumpai di jalan dan dijual sekitar Rp 5.000 sampai Rp 10 ribu itu kebanyakan memakai gas karbit, Bun. Lalu, mengapa kita perlu berhati-hati dengan balon yang berisi gas karbit? Dilansir Steemit, gas karbit mudah terbakar dan memicu kebakaran. Lalu meskipun bisa dipakai untuk balon gas anak, gas ini nggak direkomendasikan untuk balon udara yang digunakan sebagai transportasi.


Apa ya alasannya jarang menjual balon yang berisi gas helium? Dikutip dari blog Our Dream Party, gas karbit ini relatif lebih murah dibandingkan helium. Gas helium termasuk gas mulia yang nggak terbakar walau terkena api sekalipun. Tapi, secara harga, gas ini jauh lebih mahal dari gas karbit. Harga gasnya bervariasi tergantung besarnya balon tersebut.
Dikutip dari laman University of Hawaii Metereology, helium bisa mahal karena gas helium itu ditambang dan sumber gas helium ini cukup langka. Lapangan gas harus terbungkus dalam batuan radioaktif atau nggak bakalan ada helium yang dihasilkan. Peluruhan partikel alfa di batuan radioaktif di sekitarnya butuh jutaan tahun untuk menciptakan helium.

Wah berarti bahaya dong buat anak kita? Nggak akan berbahaya kalau Bunda atau Ayah selalu mengawasi si kecil saat bermain balon gas. Yang jelas, jauhkan balon tersebut dari api. Jika ingin merayakan pesta ulang tahun anak, lebih baik pakai balon yang ditiup secara manual saja. Tapi, kalau ingin menggunakan balon gas, pastikan balon tersebut jauh dari api ya, Bun.


Sumber   : hai 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.