Header Ads

Ini Sikap Pemko Siantar Unras Suku Simalungun, Siap Berdialog dan Membangun Tugu Raja Siantar


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Pemko Pematangsiantar sedianya tak pernah menutup diri terhadap gelombang Unjuk Rasa (Unras) suku Simalungun yang belakangan ini terjadi.

Dalam hal ini, Walikota siap membuka diri berdialog terhadap tuntutan elemen suku Simalungun.

Hal ini disampaikan Sekda Budi Utari didampingi Kabag Humas Protokoler Hamam Soleh perihal adanya tudingan bahwa Walikota Siantar enggan menanggapi dan tak berupaya untuk meredam aksi unjukrasa suku Simalungun.

BACA JUGA  Ini 8 Sifat Raja Siantar Sang Naualuh Damanik, Rp.3 Miliar untuk Membangun Tugunya

Sekda Budi Utari(Baju biru tengah) didampingi Kabag Humas Protokoler Hamam Soleh
menjelaskan sikap Pemko Siantar terhadap unjuk rasa Suku Simalungun di Siantar
Dikatakan ASN yang pernah menjabat di Padang Lawas ini, sejak pertama kali etnis Simalungun berunjuk rasa, Walikota sudah bersedia menemui pengunjuk rasa. Hanya saja keinginan itu tak terpenuhi lantaran pengunjukrasa hanya sekedar melintas di depan kantor Balaikota menyampaikan aspirasi lalu meninggalkan Balai Kota.

“Pada waktu aksi pertama, kawan-kawan kita dari suku Simalungun, Walikota sebenarnya sudah mau menerima, tetapi mereka hanya sebentar di Balai Kota dan langsung ke DPRD,”ucap Budi Utari, Minggu (6/5/2018).

Kemudian, ketika perwakilan etnis Simalungun berdialog dengan anggota DPRD Siantar di Komisi I, saat itu Walikota Siantar juga bersedia hadir untuk berdialog.

BACA JUGA  Tugu Raja Sangnauluh akan Dibangun di Taman Bunga, PEPABRI Protes
” Tetapi saat itu kawan-kawan dari suku Simalungun menyatakan kalau saat itu mereka hanya mau menyampaikan aspirasi ke DPRD dan belum memerlukan Pemko,”tambahnya.

Tak sampai di situ, Walikota melalui Sekda juga pro aktif membuka komunikasi dengan mengunjungi dan mengundang tokoh -tokoh masyarakat etnis Simalungun, termasuk membalas surat pertanyaan KNPSI.

Sebelum pelaksanan Perayaan Hari Jadi Kota Pematangsiantar, Walikota juga mengundang seluruh tokoh masyarakat etnis Simalungun. Namun saat itu hanya 5 orang tokoh Simalungun yang hadir di Pendopo Rumah Dinas Walikota hingga hasilnya kurang maksimal.

Kendati pun demikian, Pemko Siantar, kata Budi Utari, masih terus berupaya menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh suku Simalungun. Bahkan bila diperlukan, Walikota Siantar siap untuk menerima dan berdialog dengan warga dari suku Simalungun.

Ketika ditanyakan kemungkinan Pemko Siantar mengabulkan tuntutan pengunjukrasa etnis Simalungun, Budi Utari menyebut selagi masih dalam tahap rasional, hal itu bisa dibicarakan.

“Kami sepakat ada banyak tuntutan itu yang rasional dan bisa direalisasikan, namun Pemko Siantar butuh masukan dari kawan-kawan suku Simalungun,”ujarnya.

Sementara Kabag Humas Protokoler Hamam Soleh menambahkan, setelah adanya aksi unjuk rasa etnis Simalungun, Walikota langsung memerintahkan mereka untuk menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh suku Simalungun.

Hasilnya, beberapa tokoh Simalungun yang mereka datangi dan menyatakan simpati. Sayangnya, komunikasi antara kedua belah pihak belum membuahkan hasil.

“Ada beberapa tokoh Simalungun yang kita datangi dan menyatakan simpati, itu salah satu langkah preventif yang kita lakukan. Mendatangi tokoh-tokoh Simalungun merupakan perintah walikota,”ucapnya.

Dikatakannya, Walikota sangat peduli dengan kearifan lokal. Bahkan pada Selasa (8/5/2018), Pemko Siantar akan menggelar rapat untuk pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh.

Untuk melestarikan budaya setempat, Pemko Siantar juga sudah bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendesain Infrastruktur Plan Pariwisata dan cagar budaya kota Siantar.

“Rumah dinas di kompleks RSUD Djasamen Saragih dan sudah digambar, termasuk pembangunan balerong di Kecamatan Siantar Utara,”katanya.


Penulis   : franki
Sumber  : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.