Header Ads

Kapolsek Ini Mengajar di Madrasah Honor Buat Sedekah


LINTAS PUBLIK, Memiliki pekerjaan yang mapan, kerap membuat orang enggan mengabdikan diri pada kegiatan sosial, terlebih dalam kurun waktu yang lama. Selain karena imbalan tak seberapa, juga menyita banyak waktu dan tenaga. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi AKP Entang Cahyadi

AKP Entang, 42, selain sebagai anggota Polri yang mengemban tugas berat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), dia juga mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Masaratul Muta’alamin Banten, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Dia ikhlas mengabdi pada masyarakat.

AKP Entang Cahyadi
“Profesi guru dan polisi merupakan dua profesi yang sama-sama saya sukai. Sejak muda memang bercita-cita ingin menjadi polisi, tapi mengajar merupakan kegiatan sebelum menjadi polisi,” ungkap Entang yang kini dipercaya menjabat Kapolsek Rangkasbitung.

Kisah kapolsek yang menjadi guru madrasah ini bermula saat dia sering bersilaturahim dengan tokoh masyarakat Tb. Ulumudin Ma’mun yang juga Kepala MTs Masaratul Muta’alamin. Karena sering bersilaturahim dan mengunjungi madrasah.

Entang Cahyadi kemudian meminta untuk mengajar guna mengisi waktu yang lengang. Permintaan tersebut langsung disetujui kepala madrasah yang memintanya untuk segera mengajar.

“Saya awal mengajar tahun 2001, saat itu masih pangkat Briptu dan bertugas di Polsek Kasemen. Saya mengajar mata pelajaran bimbingan konseling, karena bagian tersebut masih erat kaitannya dengan tugas saya sebagai anggota Polri,” ujar Entang.

SANGAT ANTUSIAS

Kapolsek pun membagi kesan pertamanya mengajar di madrasah. Ia menceritakan, siswanya sangat antusias belajar sehingga menjadi motivasi untuk terus mengajar. “Siswa saya tahu kalau saya anggota polisi, mereka tidak segan ataupun canggung, malah sangat antusias saat saya mengajar,” katanya.

Karena keuletannya mengajar tersebut, pihak madrasah memberikan surat keputusan (SK) untuk mengangkatnya sebagai guru honorer. “Tahun 2010 saya dibuatkan SK oleh kepala madrasah. Di tahun tersebut saya resmi menyandang sebagai guru honorer,” ujarnya bangga.

Selama mengajar di madrasah, Entang mengatakan diberi honor sebesar Rp60.000 per bulan. Uang hasil keringatnya mengajar tak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan disedekahkan. Uang itu diberikan kepada petugas kebersihan dan guru lain untuk sekadar ngopi dan makan.

PENGHARGAAN

Meski rutin mengajar, AKP Entang tidak melupakan tugas-tugasnya sebagai pimpinan polsek. Dia mengatakan, sengaja meminta jadwal ngajar ke kepala madrasah di hari Jumat dan Sabtu, karena waktu lengang.

“Mengajar tidak mengganggu tugas saya sebagai polisi. Kalau ngajar sehari itu waktunya cuma 2 jam. Jumat dan Sabtu itu waktu senggang,” tuturnya.

Menjadi anggota Polri yang juga guru madrasah rupanya sampai ke telinga Kapolres Serang waktu itu, AKBP Nunung Syaifuddin. Awal Juli 2015, ketika menjabat sebagai Kapolsek Kasemen tanpa diduga Kapolres mengganjar anak buahnya itu dengan memberikan penghargaan. Kapolres menilai apa yang diperbuat oleh Kapolsek adalah sikap personil Polri yang patut dijadikan contoh.

Selain Kapolres, mantan Kapolda Banten yang kini menjabat sebagai Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar juga turut memberi penghargaan. AKP Entang Cahyadi menjadi satu-satunya anggota Polda Banten dan jajaran yang mendapat penghargaan di bidang pendidikan.

Sumber   : poskota 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.