Header Ads

Pedagang Kaki Lima Setuju Revitalisasi Balairung Pasar Horas


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Revitalisasi Balairung Pasar Horas yang dilaksanakan managemen Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya Kota Pematangsianatar mendapat dukungan dari pedagang, Minggu (6/5/2018).

Seperti diungkapkan Romiyan br Pasaribu, pedagang pakaian bekas yang berjualan di kaki lima.

Menurut dia, revitaliasi bertujuan menata pedagang ke lokasi jualan yang lebih nyaman.

" Saya sudah 3 tahun berjualan pakaian bekas di kaki lima. Kondisi memang kumuh dan becek. Apalagi ketika hujan turun , dirinya terpaksa harus menunda membuka bal berisi pakaian tersebut. Payung tenda yang menjadi wadah berlindung tak bisa diharap banyak," ujar Romiyan bersuamikan Firman Sitorus.

BACA JUGA  Pedagang Pasar Horas Blokade Jalan Sutomo, Ini kata Polisi

Rohani Siallagan pedagang makanan dan minuman yang kesehariannya berjualan di Balairung. (kiri)
Isteri Managam Panjaitan penjual pakaian bekas
Oleh karena itu, dia berharap pembangunan segera direalisasikan. Masalah biaya yang menjadi kendala, menurut dia, ada opsi yang dapat meringankan pedagang. Karena bagaimana pun, berbisnis itu membutuhkan biaya.

" Kalau saya dibilang, mohonlah pembangunan dipercepat. Dari berjualan di kaki lima menjadi memiliki KIB, jelas ini ucapan syukur,"ucapnya.

Dukungan yang sama diucapkan Rohani Siallagan (46). Ibu 3 anak ini kesehariannya berjualan makanan dan minuman di Balairung Pasar Horas selama 10 tahun lebih.

Bagi dia, tak ada alasan untuk menolak revitalisasi yang dilakukan manegemen. Demi kondisi pasar yang lebih baik.

BACA JUGA  Ini Sikap Pemko Siantar Unras Suku Simalungun, Siap Berdialog dan Membangun Tugu Raja Siantar

Suami Romiyan br Pasaribu pedagang kaki lima yang berjualan pakaian bekas. Disampingnya H.Soleh pedagang kerang.
Dia percaya, revitalisasi itu pasti menguntungkan dirinya. Dan membuat dirinya nyaman.

" Dengan kondisi sekarang saja, saya bisa menyekolahkan anak saya di akademi Maritim dan telah bekerja di kapal pelayaran. Saya menyetujui pembangunan, karena saya tahu bersyukur. Saya percaya revitalisasi itu pastinya untuk kebaikan,"ucapnya.

Dia mengisahkan ketika teman-temannya mengajaknya untuk berdemo menolak revitalasasi, dirinya tidak merespon dan menyarankan teman-teman tersebut duduk bersama.

" Kalau ada biaya yang disoal, ya dibicarakan baik-baik. Dulu juga saya menyewa dan terakhir memiliki KIB. Kan pembayaran bisa memakai fasilitas bank," ucapnya sembari berpesan kepada pedagang yang lain untuk tidak memaksa kehendak dengan pedagang yang menyetujui revitalisasi.

Hal yang sama juga disampaikan H.Soleh pedagang kerang , Managam Panjaitan pedagang pakaian bekas dan Hotria br Tamba pedagang bawang merah. Ketiganya sehari-hari berjualan di kaki lima dan menyetujui pembangunan Balairung.

" Pro dan kontra itu hal yang lumrah. Kami setuju dengan revitalisasi, karena prospek kedepannya pasti menguntungkan. Nyaman, memiliki KIB adalah pertimbangan rasionalnya. Makanya, kami meminta itu dipercepat pembangunannya,"ucap ketiganya.

Penulis   : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.