Header Ads

Pemilu Malaysia, Ini yang Perlu Diketahui Soal Najib dan Mahathir


LINTAS PUBLIK - KUALA LUMPUR, Malaysia akan menggelar pemilihan umum (pemilu) ke-14 pada 9 Mei besok. Perdana Menteri (PM) Najib Razak diprediksi akan kembali memenangi pemilu. Apa yang perlu diketahui terkait pemilu tersebut?

PM Najib Razak dan Mahathir Mohamad akan bersaing dalam pemilu Malaysia
- Siapa pemain utama?

Pemilu ini merupakan pertarungan antara PM Najib yang telah berkuasa sejak tahun 2009, dengan Mahathir Mohamad, yang pernah menjadi PM Malaysia selama 22 tahun atau terlama di Malaysia, yakni mulai tahun 1981 hingga 2003. Di usia 92 tahun, Mahathir memutuskan untuk kembali ke kancah politik. Jika dia menang, Mahathir akan menjadi pemimpin tertua di dunia.

Seperti dilansir Washington Post, Selasa (8/5/2018), pemilu ini merupakan pertarungan politik juga personal bagi Najib dan Mahathir. Najib adalah anak didik Mahathir yang dipersiapkan, bahkan dipastikan untuk menjadi PM. Kini, Mahathir menyebut perannya dalam 'mengangkat' Najib merupakan "kesalahan terbesar dalam hidup saya".

Setelah Najib diduga terlibat dalam skandal mega korupsi 1MDB pada tahun 2015, Mahathir berubah menjadi penentang keras Najib. Mahathir sempat pensiun dari politik namun awal tahun ini dia mengumumkan kembalinya dirinya ke dunia politik, berbaikan dengan musuh-musuh politiknya termasuk Anwar Ibrahim dan bergabung dalam koalisi oposisi dengan satu tujuan: melengserkan Najib.

- Berapa lama Najib telah berkuasa?

Najib (64) memimpin partai United Malays National Organization atau UMNO, yang telah berkuasa sejak kemerdekaan Malaysia pada tahun 1957. UMNO merupakan anggota paling penting dari koalisi Barisan Nasional yang telah memimpin Malaysia selama 44 tahun. Najib menjadi PM Malaysia pada tahun 2009 dan memimpin BN untuk kembali memenangi pemilu pada tahun 2013. Namun dalam pemilu itu, BN mendapatkan jumlah kursi parlemen terendah sepanjang sejarah.

- Bagaimana bila Mahathir yang berumur 92 tahun memenangi pemilu?

Salah satu bagian dari kesepakatan Mahathir untuk memimpin koalisi oposisi adalah bahwa setelah dua tahun memimpin negara, dia akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar Ibrahim yang kini masih dipenjara atas kasus sodomi. Jika Mahathir memenangi pemilu, dia akan mengupayakan agar raja Yang di-Pertuan Agong memberikan pengampunan pada Anwar dan kemudian menjadikannya sebagai PM.

- Siapa yang akan menang?

Meski banyak pendukung yang masih setia pada Mahathir, namun Najib diprediksi akan memenangi pemilu dikarenakan perubahan ketentuan-ketentuan pemilu yang sangat menguntungkan koalisi berkuasa. Termasuk pula diberlakukannya UU "berita bohong" yang dipandang oposisi sebagai cara untuk mencegah masyarakat berbicara buruk mengenai Najib.

Sumber  : detik 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.