Header Ads

Satpol PP Gelar akan Razia Pekat, Cafe Diimbau Tutup 00.00 WIB


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Dalam hal menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan ibadah puasa, Pemerintah Kota melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama tim terpadu seperti Denpom, Polri, Kejaksaan dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemko Pematangsiantar, akan menggelar berbagai razia pekat (penyakit masyarakat) dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Kasatpol PP Robert Samosir, Kamis (17/5/2018) usai rapat koordinasi.
Hal penting dalam pekat ini, Satpol PP bersama tim akan menghimbau kepada pemilik kos-kosan agar tetap lebih waspada menerima penyewa karena adanya informasi soal jaringan teroris.


"Kos-kosan nanti juga akan kita razia sekaligus menghimbau sebagaimana yang disampaikan Kapolres kemarin adanya sel-sel teroris di Siantar. Memang menangani teroris ditangan Kepolisian tetapi saat razia pekat tetap kita himbau," katanya.

Sesuai dengan imbauan polisi, kata Robert Samosir, warga disarankan agar tetap menjadi polisi bagi dirinya sendiri, keluarga dan lingkunga sehingga mencegah adanya teroris.

"Bila ada hal-hal yang mencurigakan kita mintakan agar segera melaporkan kepada petugas yang berwajib,"ucapnya.

Dijelaskan Robert, razia pekat akan dilangsungkan pekan depan dengan sasaran cafe-cafe atau tempat hiburan malam dan diingatkan agar tidak beroperasi diluar pukul 00.00 WIB.

"Pas tengah malam kita himbau tutup. Kita mengingatkan agar yang menggunakan music jangan memasang suaranya terlalu keras sehingga tidak mengganggu orang lain khususnya yang lagi puasa,"ujarnya.

Bagi pihak pengusaha yang melanggar himbauan ini, kata Robert Samosir, akan ditindak dari segi administrasi dengan melibatkan dinas-dinas terkait.

"Bisa saja nanti dikeluarkan surat peringatan. Yang menangani itu nanti tim seperti Perijinan"tambahnya.

Warga pemilik usaha makanan atau restoran diminta juga untuk tidak berjualan terlalu terbuka.

"Bagi masyarakat yang memiliki rumah makan dan termasuk restoran kita himbau untuk tidak menjual dagangannya terlalu tranparan atau terbuka sehingga yang melaksanakan ibadah tidak terganggu,"katanya sembari mengimbau masyarakat yang menjual makanan berbuka puasa untuk tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.


Penulis   : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.