Header Ads

Satu atau Dua Spasi, Mana yang Lebih Cepat Bantu Anda Pahami Bacaan?


LINTAS PUBLIK, Jangan menganggap remeh, jumlah spasi rupanya memengaruhi kemampuan Anda dalam mengolah informasi dari sebuah bacaan.

Para ahli dari Skidmore College menemukan bahwa dua spasi setelah tanda baca titik di akhir kalimat ternyata mempercepat proses Anda membaca, dibandingkan satu spasi di akhir kalimat.

Rebecca Johnson, Becky Bui and Lindsay Schmitt, para ahli dari Skidmore College tersebut, menjelaskan bahwa tradisi dua spasi di akhir kalimat muncul di era mesin ketik.

ilustrasi membaga buku
Seperti diketahui, mesin ketik memiliki bentuk tulisan monospace atau tanpa dua spasi. Hal ini membuat pembaca kesulitan menemukan tanda titik di akhir kalimat.

Untuk itu, para penulis menambahkan dua spasi di antara setiap kalimat agar memudahkan para pembaca.

Nah, tradisi tersebut terbawa hingga zaman komputer saat ini dan menimbulkan perdebatan.
Sebagian orang mengeluhkan tampilan bacaan apabila menggunakan dua spasi, namun di sisi lain banyak yang mementingkan proses pemahaman dan bukan sekadar tampilan saja.

Penelitian yang terbit di jurnal Attention, Perception, and Psychophysics menguji dua pendapat berbeda tersebut.

Para ahli dari Skidmore College melakukan uji coba terhadap 60 relawan.

Setiap relawan diminta mengetik halaman teks untuk menentukan apakah mereka cenderung memilih satu atau dua spasi.

Setelah itu, relawan membaca berbagai jenis teks dengan dua spasi atau satu spasi setelah tanda baca titik atau hanya koma. Relawan juga membaca teks yang sama sekali tidak ada spasinya.

Para ahli juga menggunakan pendeteksi mata untuk mengetahui kinerja mata saat membaca. Selain itu, setiap peserta juga diuji mengenai pemahaman mereka terhadap bacaan.

Hasilnya, dua spasi setelah tanda baca titik di kalimat ternyata membuat gerak mata tidak berhenti ketika sampai pada ujung kalimat. Hal ini membuat proses membaca menjadi lebih cepat.

Di sisi lain, para ahli melaporkan tidak menemukan perbedaan dalam kemampuan pemahaman isi bacaan, seperti dikutip dari Medical Express, Jumat (4/5/2018).

Para ahli pun mengakui bahwa penelitian mereka hanya melibatkan sedikit peserta dan hanya satu jenis tulisan yang digunakan dalam semua bahan bacaan. Akan tetapi, para ahli berharap penemuan mereka sejalan dengan hasil penelitian lainnya tentang spasi di bacaan.

Sumber   : kompas 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.