Header Ads

Korban KM.Sinar Bangun : Mey Saragih dan Very Pangabean Ingin Foto Prewedding di Danau Toba, Ini Persiapannya


LINTAS PUBLIK - SIANTAR,Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/06/2018) masih terus dirasakan keluarga Mey Aprina Saragih Siadari yang akan menikah dengan Very Despian Panggabean.

Kepada lintaspublik.com Yasmin Arion Saragih keluarga Mey Saragih mengatakan,  duka ini sangat sakit sekali, karena kami berdoa (Shalat Gaib) mennyolati Jenazah yang tidak ada jenazahnya. Seperti diketahui Mey Saragih dan Very Despian Panggabean akan melangsungkan pertunangan pada 29 Juni 2018, namun naas, kapal mereka tengelam diperairan Danau Toba, dan pasangan ini belum ditemukan.

BACA JUGA  Suami Istri dan 3 Anak Jadi Korban "KM.Sinar Bangun", 12 Nama Ini Satu Keluarga Belum Ditemukan

Mey Saragih dan Very Despian Panggabean (kiri), Bom smoke dan kurma yang baru datang
dari Medan pesanan Mey. foto ilustrasi pemakaian bom smoke.
"Sakit sekali duka ini, kami harus berdoa Shalat Gaib, tapi jenazah anak kami tidak tahu keberadaannya,"kata Yasmin  Paman (pak uda) Mey Saragih di Gang langgar kelurahan Banjar, kecamatan Siantar Barat, kota Pematangsiantar, (22/6/2018) sore.

Yasmin lagi-lagi meminta kepada pemerintah, agar terus berusaha dan bekerja keras, agar para korban tengelamnya kapal Sinar Bangun ditemukan.

"Kami sudah iklash, kalaupun putri kami ditemukan tidak selamat. Kami harapkan jenazahnya dapat ditemukan, semoga doa kami hari ini memberikan harapan,"ujar Yasmin agar tim pencarian terus berusaha dan jangan berhenti.

"Saya minta juga, pihak pemerintah kabupaten Samosir maupun Simalungun, untuk memperhatikan keselamatan pengunjung maupun wisaatawan yang datang ke Danau Toba. Kenapa kapal muatannya sudah melampui batas bisa dilepas berlayar,"terang Yasmin, agar pemerintah jangan hanya memberikan promosi bahwa Danau Toba pariwisata dunia, tapi keselamatan wisatawan diabaikan.

BACA JUGA  Tenggelam di Danau Toba, Kapal Kapasitas 40 Penumpang Angkut 180 Orang


Barang - barang Persiapan Nikah Berdatangan

Kesedihan kembali terasa ketika barang-barang yang dipesan Mey Saragih berdatangan. Barang-barang ini datang berupa pewarna cahaya (untuk freeweding), buah kurma (Khusus kado pertunangan), perlengkapan foto (Bom Smoke) dan beberapa barang lainnya, yang persiapan berupa baju, sepatu dan perlengkapan lainnya.

"Sedih menceritakannya bang, sudah disiapkan adik Mey semua untuk nikahnya. Ada baju, ada sepatu. Dan tadi pagi kami terima barang-barang ini, ini semua Mey yang pesan, untuk memeriahkan acara pesta dan pertunanganya pada 29 Juni ini, dia ingin buat kejutan, seperti penampilan foto bom smoke, agar penampilan fotonya tampak indah, "ungkap Iin kakak ipar Mey Saragih, tampak sedih karena kepergian adik ipar perempuan satu-satunya dikeluarga suaminya.

Iin juga mengungkapkan, bahwa kepergian Mey dan very ke Danau Toba adalah untuk mencari tempat-tempat Prewedding di kawasan Danau Toba.

"Mereka berdua suka sekali ke Danau Toba, dan mereka menginginkan foto-foto preweddingnya di Danau Toba. Bukan itu saja, cincin pertunangan juga telah disiapkan Very Pangabean,"jelas Iin, memperlihatkan beberapa barang-barang persiapan pernikahan yang sudah sampai dari Medan.

Pasangan Siap Menikah jadi Korban

Informasi yangdihimpun lintaspublik.com, ada juga pasangan Chrisman Reynold Simarmata dengan tunangannya Juliana, yang berniat melangsungkan pernikahan tahun 2019. pasangan ini akan melakukan pernikahan di Kabupaten Simalungun batal, karena pasangan ini turut tengelam di Danau Toba.

Nasib sama menimpa pasangan Arif Chandra dan Desi Dwi Wahyuni. Keduanya warga Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Arif Chandra dan kekasih hatinya  Desi Dwi Wahyuni telah bertunangan pada Desember 2017 ditandai dengan “tukar cincin”.

Penulis   : tagor
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.