Header Ads

Bersama Keluarga Korban KM.Sinar Bangun, Solidaritas Karyawan PT. STTC Tabur Ikan di Danau Toba


LINTAS PUBLIK - TIGARAS , Untuk menanamkan rasa solidaritas Peduli dan Cinta Danau Toba, keluarga besar PT. STTC turut berpartisipasi memberikan kontribusi menyumbangkan ribuan bibit ikan mas dan ikan nila untuk di taburkan ke Danau Toba bersama-sama dengan keluarga korban KIM. Sinar Bangun.

Elie Silalahi sebagai relawan Peduli Danau Toba dari keluarga besar PT. STTC kepada lintaspublik.com mengatakan. partisipasi ribuan bibit ikan mas dan ikan nila yang diberikan adalah bentuk rasa peduli dan duka yang mendalam terhadap keluarga besar korban KM. Sinar Bangun.

BACA JUGA  Suami Istri dan 3 Anak Jadi Korban "KM.Sinar Bangun", 12 Nama Ini Satu Keluarga Belum Ditemukan

Keluarga korban KM. Sinar Bangun menaburkan ikan Mas ke Danau Toba.
"Ada bunga tangkai, maupun bunga tabur, serta bibit ikan yang kita berikan untuk ditabur bersama keluarga korban KM. Sinar Bangun dan aktivis masyarakat Peduli Danau Toba adalah bentuk kepedulian kita bersama terhadap pelestarian Danau Toba. Semoga kegiatan ini dapat sedikit mengobati duka keluarga korban,"ujar Elie Silalahi Selasa (3/7/2018) sore diatas kapal Ferri Sumut I saat berlayar ke Danau Toba untuk tabur bunga dan ikan.

Elie Silalahi mewakili keluarga besar PT. STTC bersama aktivis Peduli Danau Toba lainnya menambahkan, semoga keluarga yang ditinggalkan dapat dikuatkan Tuhan, karena kejadian ini (kapal tengelam) adalah musibah kita bersama.

"Terimakasih untuk semua keluarga besar PT. STTC yang memberikan perhatiannya untuk aksi solidaritas kepedulian untuk Danau Toba dan menyumbangkan bibit ikan dan bunga untuk keluarga korban,"jelas Elie, bahwa keluarga besar PT. STTC  kehilangan sahabat, teman bekerja yaitu Krisman Simarmata dan Melinton Togatorop.

BACA JUGA  24 Pelanggaran Ditemukan KNKT Tengelamnya KM. Sinar Bangun, Ini Kata Luhut Panjaitan

Ikan mas yang cukupo besar ditabur di Danau Toba.
Pantauan lintaspublik.com, keluarga korban terlihat bersama aktivis dan ratusan masyarakat Peduli Danau Toba terlihat menaiki kapal Ferry Sumut I. Didalam kapal ditengah Danau Toba, keluarga korban KM. Sinar Bangun secara bersama-sama dengan ratusan masyarakat Peduli dan pecinta Danau Toba terlihat menabur bunga dan menabur ribuan ikan.

David Simbolon kordinator aksi solidaritas Peduli Danau Toba mengatakan, Danau Toba jangan kita jadikan "momok" yang menakutkan, bersama keluarga korban tengelamnya kapal KM. Sinar bangun sepakat menjaga, peduli dan melestarikan Danau Toba.

"Kita berduka atas tengelamnya kapal KM. Sinar Bangun, Duka ini adalah duka kita semua. Peristiwa ini harus menjadi koreksi bagi kita, bahwa kita harus Peduli Danau Toba, Danau Toba harus tetap lestari, karena Danau Toba di ciptakan Tuhan untuk umat Manusia, jadi harus kita lestarikan,"ungkap David Simbolon, agar semua masyarakat menjaga kelestarian dan budaya yang ada di perairan Danau Toba.

BACA JUGA  Monumen KM. Sinar Bangun akan Dibangun 3 Bulan

Keluarga korban KM. Sinar Bangun dan aktivis Peduli Pelesteraian Danau Toba
memberikan tanda tangan untuk tetap menjaga dan Mencintai Danau Toba
"Terimaksih untuk semua kawan-kawan aktivis yang peduli Danau Toba, Dan terimaksih untuk keluarga besar PT. STTC. Semoga kepedulian kita terhadap Danau Toba terus berlanjut, Danau Toba untuk kita, harus terus kita lestarikan,"terang David meminta, semua masyarakat harus berani melarang dan menegur siapapun yang merusak Danau Toba.

Ditempat yang sama, Martono Damanik dan istrinya Kartiani orang tua korban bernama Apri Eka yang tinggal di Bah Birung Ulu kabupaten Simalungun yang turut menabur bunga dan ikan mas ke Danau Toba mengungkapkan, tengelamnya kapal KM. Sinar Bangun yang membawa anaknya turut tengelam pada 18 Juni 2018 mengatakan, sudah mengikhlaskan hilang dan meninggalnya anak kesayangan mereka bersama 164 orang lainnya di Danau Toba.

BACA JUGA  24 Pelanggaran Ditemukan KNKT Tengelamnya KM. Sinar Bangun, Ini Kata Luhut Panjaitan

Masyarakat Peduli Danau Toba dan keluarga korban memberikan tanda Telapak tangan,
tanda sepakat untuk tetap melestarikan Danau Toba
"Kami sudah ikhlas "kepergian" anak kami, biarlah ini menjadi kenangan kita, agar kita lebih waspada dan hati-hati, kami minta pemerintah membenahi kawasan Danau Toba,"kata Martono Damanik, bahwa putrinya hilang tengelam dan tidak ditemukan bersama calon menantunya.

Masyarakat Peduli Danau Toba dan keluarga korban KM. Sinar Bangun  juga terlihat membubuhkan tanda tangan diatas kain putih sepanjang 10 meter tanda sepakat melestarikan Danau Toba.

Inilah Aktivis Peduli Danau Toba yang Memfasilitasi Penaburan Ikan untuk Keluarga Korban KM. Sinar Bangun

1. Solidaritas Karyawan PT. STTC (Elie Jhon Silalahi)
2. DPK HKTI Simalungun (Mangasi Haloho)
3. SBBC - Siantar Black Belt Community (Emir Siregar)
4. Group Anak Siantar (GAS) - Tagor Sitohang
5. Raja Sonang Pamatang Sidamanik - Sherly Samosir
6. PANAMBOR (Punguan Parna Boru Bere) PAM. SIDAMANIK
7. Alumni SMA RK Bintang Timur
8. Arisan PARTUAK
9. Ekstra Djoss Sumut (Bona Sinaga)
10. GEMPAR (Generasi Muda Parna Simalungun) - Risman Rumahorbo
11. Rapi 02 Sumut - Suphyanto
12. Pomparan Op. Morantauli Samosir


Penulis  : tagor
Editor    : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.