Header Ads

Kejar UHC, BPJS Kesehatan Siantar Giat Turun Ke Kelurahan dan Desa


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Jaminan Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Maka alasan tersebut yang mendasari lahirnya Progam Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat.

Karena dengan adanya program ini diharapkan masyarakat tidak akan bingung lagi menanggung biaya yang cukup besar jika menderita suatu penyakit . Oleh karena itu, BPJS Kesehatan terus menginformasikan program ini kepada masyarakat baik yang berada di perkotaan sampai ke desa-desa. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi secara langsung kepada 100 orang masyarakat bertempat di Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar Kamis, (12 /7/2018).

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kota Pematangsianatr,
Hendra Apriadi Lubis saat menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.
Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan, Hendra Apriadi Lubis selaku narasumber menyampaikan tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat kepada masyarakat Nagapita yang hadir pada acara Sosialisasi tersebut.

“Kita sampaikan tentang program JKN-KIS kepada peserta sosialisasi, mulai dari cara pendaftaran, prosedur pelayanan kesehatan yang dijamin, serta himbauan untuk teratur dalam membayar iuran agar Status kepesertaaanya tidak non aktif,” ujar Hendra.

Dalam kesempatan ini juga, Hendra tidak lupa menyampaikan aplikasi Mobile JKN kepada masyarakat dan menghimbau agar segera mendownload melalui Playstore atau App Store.

Seperti diketahui BPJS Kota Pematangsiantar akan terus berusaha agar 95 persen dari jumlah masyarakat yang tinggal di 4 daerah Kabupaten/Kota selaku daerah wilayah tugas kerjanya terdaftar menjadi peserta BJPS. Sehingga di tahun 2019 awal, target menjadi Universal Health Coverage (UHC) Program JKN KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) terealisasi.

Universal Health Coverage (UHC) adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua orang menerima pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa harus mengalami financial hardship (kesulitan keuangan).

Penulis    : franki
Editor      : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.