Header Ads

Belajar Kungfu Wing Chun, Anak Siantar Ini Jiarah Kemakam Guru Besar IP MAN dan Bruce Lee


LINTAS PUBLIK - HONGKONG, Untuk mendalami beladiri  Kungfu Wingchun Yeyen Sitohang,SH yang berasal dari kota Pematangsiantar, yang turut bersama rombongan Pengurus besar Wingchun Indonesia berangkat ke Hongkong.

Rombongan yang dipimpin ketua umum PB. Wingchun Indonesia Sifu Martin Kesuma terdiri dari pengurus propinsi, pelatih official, dan para atlet Wingchun Indonesia.

Yeyen Sitohang kepada lintaspublik.com, Sabtu (18/8/2018) dihubungi dari Hongkong mengatakan, mereka akan belajar bersama para pelatih senior, atau lebih dikenal dengan para guru (Sifu), murid langsung Guru Besar Wingchun, yaitu guru besar IP Man.

Tim Wing Chun Indonesia di Musem Bruce Lee (kiri), Yeyen Sitohang saat berjiarah di makam IP Man
"Sebelum kita berlatih dalam pemusatan latihan (pendidikan) kita jiarah dulu kemakam guru besar IP Man, semoga melalui beladiri Wingchun ini kami bisa membesarkan nama negara Indonesia melalui pertandingan -pertandingan Internasional," terang Yeyen Sitohang dan mengirimkan kegiatan pelatihan mereka selama di Hongkong, termasuk jiarah di makam guru besar IP Man.

"Saya bersyukur pada Tuhan, bisa dapat kesempatan untuk berjiarah sebagai penghormatan kepada GGM Yip Man, Sang Guru Wing Chun, Semoga dengan kehadiran ini bisa lagi menjiwai semangat Wing Chun IP Man."tuturnya.

BACA JUGA  Diberangkatkan Walikota Siantar, Ini 22 Orang Kontingen Sumut Turnamen Wing Chun di Bali

Untuk meningkatkan keahlian dibidang Wingchun Yeyen juga tidak lupa berpesan, agar apa yang dipelajari dapatditerapkan bagi anak didik kelak.

"Yang pastinya kita jangan lupakan siapa guru kita (pelatih), seperti pesan  guru Yip Man "Kita harus tau sumber air yang kita minum"."ungkap Yeyen Sitohang setiap berlatih selalu emngigatkan murid-murid Wingchun jangan melupakan para gurunya, baik disekolah maupun tempat latihan Wingchun.

Ketua umum FWCI Sifu Martin Kusuma , bersama ketua Pengprov FWCI Sumut Yeyen Ferdinandus Sitohang , Ketua PengKab FWCI Simalungun, dan Bendahara PengKab FWCI Simalungun Syarah dan rombongan Wing Chun Indonesia
saat  berjiarah dan memberi penghormatan di makam GGM Yip Man
Sebelumnya Rombongan juga turut mengikuti pengibaran Bendera sang Merah putih  di KJRI Hongkong,  dalam rangka  memperingati hari Kemerdekaan RI ke73 Republik Indonesia yang dipimpin Konjen RI, Tri Tharyat.

Sejarah IP Man  

Sumber Wikipedia menyebutkan, Ip Man atau Ip Kai Man, lahir di Foshan, Guangdong, China, 1 Oktober 1893 – meninggal di Hong Kong, 2 Desember 1972 pada umur 79 tahun, lebih dikenal dengan Guru Besar Ip Man adalah praktisi ilmu bela diri Cina pertama yang mengajarkan Wing Chun secara terbuka. Dia memiliki beberapa murid yang kemudian menjadi guru bela diri independen diantaranya Kwok Fu, Lun Kai, Ip Chun, Ip Ching, Leung Sheung dan juga Bruce Lee.

Ketua Pengprov FWCI Sumut Bapak Yeyen Ferdinandus Sitohang , Ketua PengKab FWCI Simalungun,
dan Bendahara PengKab FWCI Simalungun Syarah dikantor (yayasan)  GGM Yip Man
Ip Man lahir di Foshan, provinsi Guandong pada tahun 1893 masa pemerintahan Kaisar Guangxu, Dinasti Qing. Dia adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang dilahirkan dari pasangan Ip Oi dan Ng Shui. Abang dan kakaknya bernama Ip Kai Gak dan Ip Wan Hum. Ip Man tumbuh dalam keluarga kaya dan menerima pendidikan dengan standar tinggi.


Ip Man & Wing Chun

Ketika Ip Man berumur 9 tahun dia mulai belajar Wing chun dari Chan WahSun. Karena umur gurunya yang sudah tua, Ip Man lebih banyak belajar ilmu dari Ng Chungsok, senior kedua dalam satu perguruan. Setelah tiga tahun Ip Man berlatih Wing Chun, Chan WahSun meninggal dunia.

Ketua umum FWCI Sifu Martin Kusuma , ketua Pengprov FWCI Sumut Bapak Yeyen Ferdinandus Sitohang , Ketua PengKab FWCI Simalungun, dan Bendahara PengKab FWCI Simalungun Syarah foto bersama saat berjiarah memberi penghormatan di makam GGM Yip Man
Pada umur 15, Ip Man pindah ke Hong Kong dengan bantuan temannya Leung Fut Ting. Satu tahun kemudian, Ip melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi St. Stephen di Hong Kong yang merupakan sekolah untuk keluarga kaya dan orang asing yang menetap di Hong Kong. Menurut kedua puteranya, Ip Ching dan Ip Chun, ketika di St. Stephen, Ip Man turut campur tangan setelah melihat polisi asing memukuli seorang wanita. Petugas polisi itu mencoba menyerang Ip Man yang menggunakan ilmu bela dirinya untuk menjatuhkan polisi itu dan kemudian berlari ke sekolah dengan teman sekelasnya.

Temannya memberitahu Ip Man bahwa ada seorang lelaki tua yang tinggal di lingkungan yang sama dan mengundang Ip untuk menemuinya. Lelaki tua itu bertanya kepada Ip Man "Ilmu bela diri apakah yang kamu pelajari?" dan Ip Man berkata "Kamu tidak akan mengerti". Ip ditantang untuk berlatih Chi Sau (bentuk latihan menyerang dan bertahan dengan kedua tangan).

Foto Ip Man dan Bruce semasa Hidup.
Ip Man menganggap hal tersebut merupakan kesempatan bagus untuk meningkatkan ilmu bela dirinya, akan tetapi dia dipukuli hanya setelah beberapa serangan. Ternyata Lelaki tua itu adalah Leung Bik, anak dari Leung Jan, guru dari Chan WahSun yang tidak lain adalah gurunya Ip Man. Setelah kejadian itu, Ip Man melanjutkan latihan Wing Chun dengan berguru kepada Leung Bik. Pada Umur 24 tahun Ip Man kembali ke Foshan dengan keahlian Wing Chun yang sangat baik.

Di Foshan, Ip Man menjadi seorang pengusaha. Dia tidak menjalankan perguruan Wing Chun secara formal, tetapi mengajar beberapa bawahan, teman dan relasinya. Kwok Fu dan Lun Kai adalah dua murid pertama Ip Man yang kemudian mereka sendiri juga mengajarkan Wing Chun. Seni bela diri Wing Chun di Foshan dan wilayah Guandong terutama berasal dari kedua murid ini.

                                      Tim Wing Chun Indonesia Bersama presiden VTAA GGM Siu Yuk Men.
Perguruan Wing Chun
Ip Man mengungsi ke kampung halaman Kwok Fu pada saat Jepang menguasai Foshan. Dia kembali ke Foshan setelah perang berakhir, dan berprofesi sebagai polisi. Pada akhir tahun 1949, partai Komunis Cina memenangkan perang sipil. Ip Man yang juga seorang pejabat dari partai politik oposisi Kuomintang memutuskan untuk melarikan diri ke Hong Kong tanpa keluarganya ketika para Komunis datang ke Foshan. Di Hongkong, Ip Man membuka Perguruan bela diri Wing Chun.

Pada awalnya bisnis perguruan tidak berjalan lancar karena murid - muridnya hanya bertahan beberapa bulan. Dia memindahkan perguruannya sampai dua kali yaitu ke jalan Hoi Tan di Sham Shui Po dan kemudian ke jalan Lee Tat di Yau Ta Tei. Pada saat itu, beberapa muridnya sudah cukup ahli untuk mulai membuka perguruan sendiri. Beberapa dari murid Ip Man dan keturunannya melagakan kemampuan Wing Chun mereka dengan praktisi bela diri lainnya dalam pertarungan. Kemenangan murid - muridnya membantu meningkatkan reputasi Ip Man sebagai Guru Besar Wing Chun. Pada tahun 1967, Ip Man dan beberapa muridnya mendirikan Asosiasi Wing Chun di Hongkong yang dikenal dengan "Hong Kong Ving Tsun Athletic Association"

Konjen RI, Tri Tharyat bersama Tim Wing Chun Indonesia seusai upacara pengibaran Bendera Merah putih di KJRI Hongkong,memperingati hari Kemerdekaan RI ke73 Republik Indonesia .
Pada tahun 1972, Ip Man menderita kanker dan meninggal dunia pada tanggal 2 Desember pada tahun yang sama. Kira - kira enam bulan sebelum dia meninggal, dia berpesan kepada kedua puteranya dan muridnya Lau Hon Lam untuk membuat rekaman video aksi Wing Chun yang diperagakannya.

Dia memperagakan Sil Lim Tau, Chum Kiu dan "Muk Ren Zhong" atau "The Dummy form". Hal ini disebabkan rasa sakit yang dideritanya dan lemahnya dan ketidakstabilan kaki karena penyakit kanker. Sebenarnya Ip Man ingin memperagakan Biu Gee, bentuk latihan dengan menggunakan pisau dan galah panjang.

Akan tetapi Ip Chun, Ip Ching dan Lau Hong Lam melarangnya karena Biu Gee memerlukan energi yang besar untuk diperagakan. Ip Man mempunyai banyak murid dan khawatir mereka akan mengadopsi sistem Wing Chun yang salah, alasan itulah yang membuat Ip Man memfilmkan peragaan Wing Chun. Video peragaan Sil Lim Tau, Chum Kiu dan "Muk Ren Zhong" dapat dilihat di situs YouTube.

Tim Wing Chun Indonesia berlatih dengan presiden VTAA GGM Siu Yuk Men.
Ip Man atau Yip Man

Kita sering menemukan artikel mengenai Guru Besar Ip Man, ada yang menyebutnya sebagai Yip Man, banyak ahli berdebat hebat mengenai masalah nama tersebut. Ip Man adalah pelafalan internasional yang resmi karena di dalam paspor Ip Man memakai nama Ip Man bukan Yip Man, begitu juga dengan kedua puteranya juga memakai nama Ip Chun dan Ip Ching. Untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di buku mengenai profil Ip Man dan kehidupannya yang ditulis oleh Ip Ching yang dengan jelas menyatakan bahwa Ip adalah nama keluarga dan yang pertama di Cina dan Hong Kong.

Legalitas

Yeyen Sitohang "Seperti" Bruce Lee saat mengunjungi Hongkong.
Karena reputasi Ip Man yang bagus, kisah kehidupannya dan Wing Chun dibuat menjadi film layar lebar diantaranya Ip Man 1, Ip Man 2 , Ip Man 3, dan The Legend Is Born – Ip Man. Film tersebut berpedoman pada buku yang ditulis oleh Ip Ching dan Ron Heimberger dan juga cerita lisan dari Ip Chun.

Murid terkemuka dari Ip Man diantaranya adalah Lun Gai, Gwok Fu, Leung Sheung, Lok Yiu , Chu Shong-tin, Wong Shun Leung, Wang Kiu , Yip Bo Ching, William Cheung, Hawkins Cheung, Bruce Lee, Lo Man Kam, Wong Long, Wong Chok, Law Bing, Lee Shing, Ho Kam-Ming, Moy Yat, Duncan Leung, Derek FungFung Ping Bor), Chris ChanChan Shing), Victor Kan, Stanley Chan, Chow Sze Chuen, Tam Lai, Ip Ching, Ip Chun, Lee Che Kong, dan Leung Ting .

BACA JUGA  SELAMAT! Beladiri Wing Chun Sumut Juara Umum di Bali
Konjen RI, Tri Tharyat bersama Tim Wing Chun Indonesia seusai upacara pengibaran Bendera Merah putih di KJRI Hongkong,memperingati hari Kemerdekaan RI ke73 Republik Indonesia .
Salah satu praktisi Wing Chun dari cabang Ip man adalah Samuel Kwok, yang diturunkan dari Ip Ching dan Ip Chun, kedua putera Ip Man. Samuel Kwok menyebarkan Wing Chun sampai ke mancanegara seperti Inggris, Amerika, Eropa, Singapura, Australia, Indonesia dan Afrika.

Diakhir wawancara Yeyen Sitohang mengatakan, Majulah terus meraih kemenangan, dalam perjuangan meraih kemenangan pasti banyak tantangan dan rintagan.

"Jangan mau jadi penonton, jadilah aktornya,pelakunya, kalau itu untuk berbuat kebaikan, toh yg tidak suka dengan kebaikan mu pasti tetap tidak suka, ngapain berhenti, TERUSKAN dengan tulus hati".ungkap Yeyen menyampaikan pesan Guru Wing Chun.

LIHAT JUGA Upacara HUT ke-73 RI d Hongkong, Anak Siantar Ikut Lho 



Penulis : tagor
Editor   : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.