Header Ads

Ditinggal Kerja ke Kaltim Emak-emak Mengencani PIL


LOYALITAS Marinah, 40, sebagai istri patut diragukan. Bayangkan, suami bekerja di Kaltim, dia di rumah malah kencan bersama PIL, Dirun, 43. Mereka sih enak, tapi warga yang risih. Maka balada asmara emak-emak cari enak itu digerebek. Kata si emak-emak, dia memang sudah lama tak diemek-emek.

Demi meningkatkan elektabilitas, Cawapres Sandiaga Uno belakangan sibuk jualan emak-emak. Maksudnya keluhan kalangan emak-emak (ibu rumahtangga) akan menjadi prioritas manakala berhasil memimpin Indonesia. Di luar politik, emak-emak memang banyak juga disukai lelaki kesepian. Perempuan usia 40-an, bahasa populernya masih STNK alias: setengah tuwa ning kepenak!


Ny. Marinah yang tinggal di Boyolangu Kabupaten Tulungagung (Jatim), memang sudah berusia emak-emak. Tapi bodi dan penampilannya masih oke punya, jika tak mau disebut masih sekel nan cemekel. Sayang, meski masih sangat layak operasional, sudah beberapa waktu lamanya dia “doking” ibaratnya kapal. Masalahnya, suami selaku nakodanya sibuk kerja di Kaltim.

Melihat status Marinah yang mengambang, banyak lelaki tetangga yang menelan air ludah, cleguken (ngiler) doang. Tapi ya sebatas itu, tak berani berbuat lebih jauh. Sebab mereka sadar betul, betapapun cantik bini tetangga, itu ibaratnya ikan hias di akuarium, hanya indah untuk dilihat-lihat belaka. Padahal setan selalu ngompori, “Biar ikan hias, kalau digoreng gurih juga Bleh…..”

Ini beda dengan sikap Dirun, warga Campurdarat. Begitu kenal Marinah, jadi lupa daratan! Karena ibarat ikan masih lain lubuk, dia menjadi lebih berani mendekati. Minimal, meski tetangga Marinah tahu, tapi keluarganya yang memang beda kecamatan takkan tahu.

Rupanya pertimbangan Marinah seperti itu juga. Meski dia kesepian jauh dari suami, tak mau dia berkoalisi dengan lelaki celamitan di lingkungannya. Ini kan ibaratnya berak di halaman rumah sendiri. Maka setiap ada lelaki tetangga mencoba mendekati, langsung ambil sikap pasang kuda-kuda, dan lelaki celamitan itu minggir sendiri.

Beda dengan Dirun, lelaki dari lain kecamatan. Asal dia main ke rumah, disambut bak turis manca oleh Dinas Pariwisata. Datang pukul 21.00, pulang paling cepat pukul 23.00. Bisa diduga, di rumah itu Dirun sempat sporing balansing, tune up sekaligus amplas platina. Meski Marinah sudah emak-emak, agaknya masih juga enak…..

Lama-lama warga risih juga, karena hampir setiap malam Dirun apel ke rumah Marinah yang sudah bersuami. Pernah ditegur memang, tapi Dirun tak menganggapnya serius. Persis gubernur yang kena tegur Ombudsman. Jadi meski hari ini kena tegur warga, lain hari Dirun sudah bertamu berlarut-larut lagi, sporing balansing lagi!

Karena tak digubris, beberapa hari lalu warga sepakat menggerebeknya. Tepat pukul 22.00 rumah Marinah didatangi rame-rame. Saat itu tuan rumah dan tamunya memang hanya duduk-duduk di ruang tamu, tapi karena bertamu di luar waktu kewajaran, sudah menjadi alasan kuat untuk menertibkan. Keduanya lalu diserahkan ke Polsek Boyolangu. Dalam pemeriksaan Marinah mengakui, suami jarang pulang sehingga kesepian.

Kasihah, sudah emak-emak tapi jarang diemek-emek.

Sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.