Header Ads

Intel Kejaksaan Tangkap Terpidana Korupsi Rp 1,3 Triliun


LINTAS PUBLIK - JAKARTA,  Tim Intelijen Kejaksaan Agung, Tim Kejaksaan Tinggi Riau dan Tim Kejaksaan Tinggi Bali dibantu oleh Syahbandar Pelabuhan Tanjung Benoa Bali mengamankan seorang terpidana perkara penyelundupan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang merugikan negara senilai Rp 1,3 triliun.

Terpidana (baju merah) kasus korupsi dan penyelundupkan BBM rugikan negara Rp 1,3 T ditangkap Kejagung.
Terpidana Deki Bermana,40, asal Pekanbaru, Riau, karyawan swasta Mualim I SPOB Melisa milik
PT Agni Jaya Kusuma dan juga manta Mualim MT Santana milik PT Pelumin yang tinggal di Depok, Jawa Barat telah dipindana 7 tahun.

Namun yang bersangkutan tidak bisa dieksekusi kararena saat pidana dijatuhkan yang bersangkutan tidak ada alias menghilang.

Menurut Direktur Pengelolaan Data dan Informasi Intelijen Jamintel Kejaksaan Agung Yunan Harjaka, akhirnya pihaknya mengetahui keberadaan terpidana dan berhasil mengamankannya di Pelabuhan Tanjun Benoa, Bali, Sabtu (4/8/2018) pukul 11:45 siang.

Berdasarkan pada Putusan MA Nomor : 2621K/PID.SUS/2015 tanggal 24 Agustus 2016 kata Yunan, terpidana dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang dalam kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal senilai Rp 1,3 triliun di Batam.

“Untuk itu terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan denda sebesar Rp. 500 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun,” kata Yunan dalam keterangan tertulis.

Sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.