Header Ads

Pencipta Lagu "Meraih Bintang" Asian Games 2018 Ternyata Anak Siantar Man, Ini Sosoknya


LINTAS PUBLIK, Pada pembukaan Asian Games 2018, Via Vallen ditunjuk sebagai penyanyi yang menyanyikan lagu Meraih Bintang. Lagu yang kini telah banyak di cover oleh Youtubers dari berbagai Negara.

Namun siapa sangka ternyata sosok di balik lagu yang sedang menjadi banyak pembicaraan masyarakat karena lagunya yang ear catching, adalah suami dari pemeran Nyi Pelet dalam sinetron Dendam Nyi Pelet.

Parlin Burman Siburian atau yang lebih akrab disapa Pay adalah produser yang pernah menjadi salah satu bagian dari Slank, sekaligus suami dari Irene Anastasya, pemeran Nyi Pelet.

Parlin Burman Siburian atau yang lebih akrab disapa Pay
Namanya di blantika musick Indonesia sudah tak asing lagi. Dia adalah Siantar Man, biasa orang Siantar sebut bila lahir di Pematangsiantar, Pay lahir di Pematangsiantar 2 Mei 1970 ini telah mendalami industri permusikan sejak tahun 80-an.

Kehidupan Pay tak jauh dari musik, pasalnya dahulu ia pernah menjalin hubungan rumah tangga dengan pencipta lagu, Dewiq pada tahun 2001 dan bercerai pada tahun 2007. Lalu ia kembali menikah dengan pemeran dari sinetron Dendam Nyi Pelet yakni Irene Anastasya di tahun 2010.

Selain Pay, ada nama Rustam Rastamanis di nama pencipta lagu ‘Meraih Bintang’. Nama Rastamanis memang jarang diketahui karena jarang tampil dilayar kaca namun ia juga aktif di blantika musik Indonesia.

Pay Burman, musisi legenda Indonesia

'Meraih Bintang' menceritakan tentang semangat atlet untuk mendapatkan kemenangan, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

'Meraih Bintang' jugal menampilkan aransemen musik perpaduan dangdut dan pop modern.

Selain itu, seperti semangat yang diusung dalam Asian Games, yakni Energy of Asia.

Parlin Burman Siburian atau Irene Anastasya
Dengan berbagai pertimbangan dan kebutuhan untuk memperkenalkan bahwa dangdut adalah musik khas Indonesia, akhirnya pihak Asian Games menjatuhkan pilihan kepada Via Vallen.

"Kebetulan researchnya cukup panjang untuk memilih Via Vallen. Kami juga berdiskusi dengan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), dari beragam artis yang ada, dengan adanya kebutuhan mengangkat lagu khas Indonesia genre dangdut maka pilihannya jatuh kepada mbak Via," ujar Syanda kunto, selaku communincation panitia pelaksana Asian Games 2018, di Studio Toha, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu 6 Juni 2018.

"Karena memang merupakan artis muda dan mempunyai penggemar yang cukup luas dari atas ke bawah dan membawakan musik dangdut yang menurut kami bisa mempopulerkan theme song Asian Games kali ini," sambungnya.

Disisi lain, Ketua INASGOC Erick Thohir menyebut bahwa Via adalah penyanyi dengan bakat luar biasa.

"Via Vallen kami tunjuk sebagai salah satu artis pengisi di Asian Games karena talenta yang luar biasa dan juga besarnya pengaruh musikalitas Via di Indonesia saat ini. Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia berpesta dan bergoyang bersama, menyambut Asian Games 2018," ujar Erick melalui siaran pers, Senin (1/7/2018).

Lewat lagu berjudul Meraih Bintang, Syanda berharap agar Via Vallen bisa memperkenalkan genre musik dangdut kepada masyarakat Internasional.

Pada masa itu Pay kenal dengan beberapa produser dan coba-coba menawarkan demonya ke Slank, hingga kemudian Slank pun menerima Pay sebagi salah satu personil mereka.

Eksis Bersama Slank

Tahun 1990 Slank mulai rekaman, dengan personel yang terdiri dari Pay, Bimbim, Bongky, Indra dan Kaka.

Lagu ciptaannya yang terkenal saat menjadi personel Slank adalah 'Terlalu Manis'

Sudah ada 2 album yang dihasilkan oleh Pay bersama BIP, yakni "Turun Dari Langit" dan "Min Plus".

Tak hanya itu, Pay juga terpilih sebagai salah satu gitaris yang tampil di album Gitar Klinik dan jam session bersama Andy Timmons di Hard Rock Cafe Jakarta.

Dengan gaya permainan musik Rock dan Blues, tak menghambat Pay dalam menciptakan lagu Meraih Bintang yang beraliran dangdut.

Bahkan dilansir dari Instagram pribadinya, Pay ini kerap membagikan postingan saat main gitar ataupun main musik lain.

Mengenai kehidupan pribadinya, Pay juga sudah menikah dengan perempuan cantik yang ternyata seorang artis bernama Irene Anastasya Pricilia.

Ketika menikah, keduanya berbeda usia 15 tahun. Pay sat itu berusia 40 tahun, sementara Irene Anastasya baru berusia 25 tahun.

Meski berbeda usia yang cukup jauh, terbukti rumah tangga tersebut berjalan adem ayem hingga usia 8 tahun pernikahan.

Yang mungkin akan lebih membuat kegaet, adalah Pay ini mantan suami pencipta lagu Dewiq.

Pay dan Dewiq ini pernah menikah di tahun 2001 hingga kemudian bercerai di tahun 2007.

Hubungan baik meski sudah berstatus mantan, ditunjukkan Pay 'BIP' dan Dewiq.

Bahkan, kata Pay, kemungkinan besar Dewiq datang di pesta resepsinya dengan Irene Anastasya.

Hengkang dari Slank

Pada tahun 1996, Pay, Indra, dan Bongky hengkang dari Slank dan mendirikan band baru, BIP. Di band barunya, Pay sendiri adalah seorang gitaris.

Kini formasi mereka dilengkapi oleh Irfan Fahri Lazuardy sebagai vocal dan Avis Sukaesih sebagai drum. Selama berada dalam BIP, ia sudah merilis beberapa album, ada Turun Dari Langit (2001), Min Plus (2002)Udara Segar (2004) Berangkat (2010). BIP sendiri masih terus mengeluarkan album dan lagu baru sampai sekarang.

Jika ingin tau lebihi aktivitas bermusik Pay, sering sekali membagaikan hal tersebut dalam instagram pribadinya @payburman. Kontribusi Pay dalam Asian Games ini juga telah membuat salah satu musik asli Indonesia, Dangdut dikenal oleh dunia.

Mantab Pay, Anak Siantar Man!.



Penulis : berbagai Sumber
Editor : tagor


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.