Header Ads

Pendukung Jokowi dan Prabowo Gunakan Pakaian Adat di Kampanye Damai


LINTAS PUBLIK - JAKARTA, Massa pendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokwoi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kompak mengenakan pakaian adat di acara kampanye damai Pemilu 2019. Para relawan kedua pasang calon sudah meramaikan kawasan Monas, tempat kampanye dami berlangsung.

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan kenakan pakaian adat di kampanye damai
Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq mengatakan, relawan yang hadir di lokasi acara, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018), kebanyakan merupakan mereka yang meramaikan pengundian nomor urut capres beberapa hari yang lalu.

"Beberapa relawan yang hadir di Tugu Proklamas, sekitar 3.500 yang datang ke sini. Ada yang dari daerah," kata Maman di lokasi acara.

Maman menyebut Jokowi-Ma'ruf menyambut gembira deklarasi kampanye damai. Timses menginstruksikan kepada seluruh relawan agar mengedepankan persatuan dalam kampanye ini.

"Untuk megedepankan nilai-nilai persatuan. Tidak ingin ada hoaks dan fitnah," sebut Maman.

Pendukung Jokowi dan Prabowo Gunakan Pakaian Adat di Kampanye Damai


Maman menyebut ada makna mengapa relawan datang memakai pakaian daerah. Apa itu?

"Jadi ada beberapa relawan yang datang dengan mengenakan pakaian daerah. Ini menegaskan bahwa sesungguhnya pemimpin yang akan terpilih harus melihat relaitas bahwa kita adalah plural. Tanpa membedakan suku bangsa," tuturnya.

Pedukung Prabowo-Sandi dari kalangan Partai Demokrat juga tampak mengenakan pakaian adat. "Kami dijatah 50, tapi kami lebih. Selain pakaian adat, masing-masing pengurus pakai yang lain juga," kata Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan.

Demokrat mengapresiasi acara yang diselenggarakan KPU tersebut. Menurutnya, kampanye damai akan membawa sportifitas dalam konstelasi pemilu mendatang.

"Saya kira pawai budaya bagus buat kampanye budaya kita," sebutnya.

Lapangan Monas sudah dipenuhi warga dan simpatisan partai politik sejak pukul 06.00 WIB. Kegiatan ini akan diikuti Capres, Cawapres hingga Ketua Umum dari masing-masing partai politik.

Sumber  : det 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.