Header Ads

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2018 : Mari Kendalikan Sampah Plastik dengan 3 R


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar mengadakan perlombaan yang diikuti pelajar SD, SMP dan SMA/Sederajat.

Kegiatan perlombaan ini bertempat di Balai Rahmat Shah, Selasa (4/9/2018) dengan mengambil thema lingkungan hidup Tahun 2018 " Kendalikan Sampah Plastik".

Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah, SE MM diwakili Staf ahli walikota, Pardamean Silaen mengatakan dalam UU No. 33 tahun 2009, tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, menyatakan setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai HAM. Dengan kata lain kita yang hadir di sini berhak atas lingkungan yang baik dan sehat.



Akan tetapi bersamaan dengan hak tersebut dinyatakan juga kewajiban bahwa setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mengendalikan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup.

Dengan demikian untuk mewujudkan lingkungan yang baik dan sehat merupakan kewajiban dan tanggung jawab semua pihak, baik itu pemerintah, swasta, masyarakat, pelajar, industri dan beserta semua pihak.

Dengan tema ini, sambung Pardamean, mengajak kita agar mengendalikan penggunaan plastik untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup akibat plastik. Seperti kita ketahui bersama bahwa kehidupan kita sehari-hari tidak lepas dari penggunaan plastik karena dianggap murah dan praktis. Maka kita kerap kali menggunakannya dalam waktu singkat atau sekali pakai lalu dibuang menjadi sampah. Padahal sampah plastik membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun agar dapat terurai sehingga dapat mencemari air tanah dan laut kita.

Oleh karena itu kita harus mengubah pola hidup kita terhadap penggunaan plastik, mari kita kurangi dan kendalikan penggunaan plastik. Mari kita selamatkan bumi kita dengan mengendalikan penggunaan plastik.

" Kita perlu melakukan perubahan perilaku dengan melakukan gerakan bersama pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip 3R yaitu Reduce (pengurangan timbunan sampah), Reuse (penggunaan kembali sampah) dan Recyle (daur ulang sampah)," ucap Pardamean.


Dikatakannya, dengan melakukan 3R maka timbunan sampah akan berkurang, sampah akan terkelola dengan baik. Dengan demikian kualitas lingkungan akan semakin baik di kota Pematangsiantar.

Tak lupa ia mengajak peserta yang hadir agar ikut serta dalam pengelolaan lingkungan dimulai dari individu, keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara. Diantaranya dengan memungut sampah dan membuang pada tempatnya, menanam pohon diperkarangan rumah, dan melakukan penghijauan pada lahan yang terbuka sebagai area resapan air, membuat biopori dan sumur serapan, termasuk penggunaan air, listrik secara bijak dan hemat.

" Khusus kepada pelajar yang berlomba pada hari ini mari manfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan serta kesadaran untuk mendukung pola hidup baru tentang sampah khususnya sampah plastik," ujar Pardamean.

Sementara kepala dinas lingkungan hidup Kota Pematangsiantar, Jekson Gultom mengatakan perlombaan pengetahuan tentang lingkungan hidup untuk tingkat SD (14 sekolah) dan SMP (16 sekolah) dilaksanakan dengan metode lomba menggambar dan penjelasan gambar.

Sedangkan untuk tingkat SMA/sederajat 19) dilaksanakan dengan lomba menulis dan penjelasan tulisan.

Kata Jekson tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menanamkan pemahaman kepada kita semua termasuk siswa-siswi peserta lomba bahwa sampah plastik merupakan benda yang butuh waktu sangat lama untuk terurai, butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun agar terurai, serta dapat mencemari tanah, air dan laut.

" Oleh karena itu diperlukan upaya yang sistematis dan kolaborasi semua pihak dengan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kegiatan 3R yaitu Reduce (pengurangan timbunan sampah), Reuse (penggunaan kembali) dan Recycle (daur ulang),"tegas Jekson mengingatkan kembali.

Penulis   : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.