Header Ads

Banjir Lagi, Warga Panei Tongah Trauma, Siapa Bertanggung Jawab?


LINTAS PUBLIK - SIMALUNGUN,  Akibat banjir yang setiap saat akan melanda pemukiman warga Panei Tongah, dan terakhir terjadi pada,  Rabu (10/10/2018) dini hari, membuat ratusan warga Panei Tongah Trauma.

Hal ini diungkap warga di Panei Tongah, karena setiap turun hujan warga Panei Tongah  trauma, sebab bila turut hujan yang sangat deras, air akan mengenangi jalan sepanjang 1 sampai 2 meter, dan banjir pasti melanda rumah-rumah warga.

BACA JUGA  Banjir di Panei Tongah : Karyawan kebun Marjandi Gotongroyong, Ini Kata Mereka Parit Kurang Berfungsi

Parit tertutup didepan rumah warga, sehingga fungsinya diabaikan.
"Kami sudah Trauma dengan hujan sekarang, setiap turun hujan pasti datang banjir, dan itu sudah kami rasakan sepuluh tahun belakangan ini, makin lama banjir makin mengerikan, karena langsung dibadan jalan dan masuk kerumah-rumah warga,"ujar Luhut Sitinjak salah seorang tokoh masyarakat setempat, kamis (11/10/2018)

Lagi-lagi media ini mempertanyakan kurang pedulinya masyarakat  Panei Tongah terhadap kebersihan, terutama parit-parit yang tertutup didepan rumah-rumah warga, Luhut mala mengatakan seharusnya pemerintah dan pihak kebun yang mencari solusinya.

"Bukan kami apatis terhadap parit itu, tapi kami sudah bosan karena penangulangan bencana banjir ini tetap dianggap angin lalu. Ini semua diakibatkan konversi Sawit dari Teh, sebelumnya tidak ada seperti ini,"harap Luhut agar pihak perkebunan mau menyampaikan aspirasi mereka ke Menteri, maupun Pemerintah pusat, agar Sawit dikebun Marjandi dikembalikan menjadi kebun Teh kembali.

BACA JUGA  Pejabat Teras PTP Nusantara IV di Periksa Kejaksaan Sumatera Utara?

Parit sudah dipenuhi tanah dan sampah.
Rumah Terancam Roboh

Bila hujan deras terus terusan melanda Panei Tongah, maka dapat dipastikan tanah-tanah warga akan tergerus, dan ujung-ujungnya akan ada longsoran yang hebat.

Bukan itu saja, rumah-rumah warga juga akan terancam keberadaannya.

"Tolonglah pak, saya sudah berkali-kali memintah pimpinan perkebunan agar secepatnya dicarikan solusi bagaimana mengatasi banjir ini, kalau tidak cepat rumah kami pasti berrgeser ini (roboh),"ungkap P boru Sinaga menunjukan gerusan kerasnya air menghantam rumahnya.

P. Boru Sinaga juga memperlihatkan beberapa bangunan yang sudah retak, dan pagar tembok yang roboh akibat hantaman derasnya air hujan yang mengenangi jalan-jalan di Panei Tongah.

"Lihatlah ini, sudah jebol paritnya, rumah retak, tanah disini sudah terbongkar karena banjir kemarin,"katanya sambil menyeka air matanya.

BACA JUGA  Lingkungan Sering Banjir, Ratusan Warga Panei Tongah Demo Kebun Marjandi



Sering Banjir

Informasi yang diterima media ini, setiap datang hujan yang cukup deras wilayah Panei Tongah selalu digenangi setinggi satu meter lebih, akibatnya banyak rumah-rumah warga yang tergenang banjir, dan bahkan merusah pemukiman warga.

Sampai saat ini terlihat belum ada solusi yang berarti, walau sudah beberapa kali ditangulangi pihak perkebunan Marjandi, banyak  kerusakan bangunan warga akibat banjir ini.

"Setiap hujan jantung kami pasti da..dik..duk, karena dapat kami pastikan banjir akan melanda kepemukiman kami,:ungkap Nalim yang telah beberapa kali mengecor teras rumahnya akibat banjir, dan bahkan mesin motor miliknya saat ini tidak dapat difunsikan karena tergenang banjir.

BACA JUGA  Afnida Duma Saragih Penderita Tumor Ganas Meninggal, "Kami Semua Sayang Samamu"

Karyawan kebun Marjandi membersihkan sampah dari Parit akibat banjir.
Pantauan lintaspublik.com pada saat gotongroyong karyawan perkebunan PTP Nusantara 4 unit kebun Marjandi terlihat banyak parit-parit didepan rumah wargayang tertutup disepanjang jalan Siantar - Seribudolok, baik tertutup karena sampah, batu , tanah maupun pasir.

"Banyak ini bang parit yang tertutup, jadi parit kurang berfungsi,"ungkap seorang laki-laki paruh baya warga Panei  yang namanya enggan dipublikasikan dilokasi gotongroyong itu.

Laki-laki itu juga megungkapkan, percuma gotongroyong  ini  kalau saja debit air dari Hulu Sipoldas tidak dialihkan.

"Debit air ini harus secepatnya dialihkan karena semakin lama debit air semakin banyak dari arah Sipoldas. Saya harapkan dibuat langsung membuat gorong-gorong dari simpang Marjandi kearah sungai Bah Bolon, karena arus air ini semuanya berasal dari hulu Sipoldas yang juga banyak  perkebunan sawit milik Marjandi,"terangnya.

BACA JUGA  Pengurus Literasi Siantar Dibentuk, Tagor Sitohang, SH Ketua

Parit disepanjang jalan panei Tongah Tak berfunsi (tertutup)
Partisipasi Warga dan Parit tertutup

Vauzi Sidabalok Lurah kelurahan Panei Tongah kecamatan Panei kepada lintaspublik.com mengatakan, keberadaan banjir memang sudah mengkwatirkan warga dalam setiap turun hujan.

Ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab terhadap keberadaan parit sehingga parit kurang berfungsi maksimal (tertutup), Lurah  Panei tongah enggan menjawabnya.

"Saya kurang tahu pasti siapa sebenarnya bertanggung jawab dengan parit ini sehingga banyak yang tertutup, tapi kami sebagai pemerintah kelurahan tetap menghimbau kepada warga agar parit tetap dipelihara dan difungsikan sebagai manamestinya,"ujarnya.

BACA JUGA  Rengut Tiga Nyawa, Group Anak Siantar (GAS) buat Gerakan Peduli Bencana di Face Book

Karyawan kebun Marjandi Gotong royong mengorek parit untuk mengantisipasi banjir susulan.
Siapa Bertanggung Jawab

Keberadaan parit-parit disepanjang jalan Siantar Seribudolok dipertanyakan, informasi yang diterima lintaspublik.com, parit yang melintasi jalan itu sebenarnya tanggung jawab pihak Dinas marga Propinsi.

"Itu sebenarnya yang paling bertanggung jawab terhadap parit adalah pemerintah propinsi, karena jalan itu jalan propinsi,'ungkap warga yang turut dalam aksi gotong royong banjirnya lokasi Panei Tongah.



Penulis   : tagor
Editor    : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.