Header Ads

Lingkungan Sering Banjir, Ratusan Warga Panei Tongah Demo Kebun Marjandi


LINTAS PUBLIK - SIMALUNGUN, Ratusan masyarakat Panei Tongah melakukan unjukrasa (demontrasi) di perkebunan PTP Nusantara 4 kebun Marjandi, Rabu (10/10/2018) pagi.

Unjukrasa ini akibat seringnya terjadi luapan banjir yang mengenangi ruas Jalan Siantar-Seribudolok atau lokasi pemukiman warga Panei Tongah dari Karang Anom sampai simpang HKI.

Akibat dari luapan banjir setinggi lebih dari satu meter di badan jalan, banyak bangunan warga yang rusak baik pekarangan rumah, banjir juga mengenangi sampai ketempat tidur rumah warga.

Terlihat juga akibat banjir ini merusak selokan, parit dan jembatan penghubung badan jalan kerumah-rumah warga.

Manager Unit kebun Marjandi meneri masyarakat Panei Tongah yang berunjukrasa.
Unjukrasa ini dikawal oleh pihak kepolisian dari sektor Panei Tongah, dan koramil Panei Tongah.

"Saya harapkan pihak perkebunan secepatnya mencari solusi atas banjir musiman ini, rumah saya sudah terancam keberadaannya. sudah beberapa kali terjadi banjir, solusinya tidak ada, kemana pemerintah, tolong kami pak,"kata P boru Sinaga di jalan Siantar - Seribudolok sambil memperlihatkan rumahnya yang tergenang banjir, dan barang-barang dirumahnya rusak akibat tergenang air.

Pantauan lintaspublik.com, unjukrasa juga diikuti OKP se kecamatan Panei Tongah, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama yang memberikan orasi tentang bahaya banjir yang terjadi dilokasi Panei Tongah. Pengunjukrasa juga sempat dihalangi dipintu masuk perkebunan oleh pihak keamanan PTP Nusantara 4 unit kebun Marjandi.

Teras warga yang dicor semen terkelupas akibat banjit di Panei Tongah.
Menurut warga yang turut unjukrasa mengatakan bahwa, akibat luapan air yang cukup deras dari perkebunan sawit milik PTP Nusantara 4 yang dulunya dikonversi dari kebun Teh.

"Kami ingin supaya sawit ini diganti kembali jadi kebun teh, atau kami pindahkan kebun ini dari panei tongah ini. Semenjak kebun teh diganti jadi kebun sawit lokasi Panei Tongah jadi banjir,"kata pengunjukrasa.

"tolong pak, jangan main-main dengan kami warga panei tongah, lokasi kebun ini keberadaan di kecamatan panombean panei tapi warga panei yang mendapat imbasnya, jangan salahkan kami kalau kami bertahan dan memasak ditempat ini, dan bila tidak ada solusi kami akan terus bertahan,"ungkap para pengunjukrasa.

Aspal dari badan jalan terkelupas dan bergeser ke parit.
Kerjasama Menangulangi Banjir

Jhon FE Bangun Manager perkebunan PTP Nusantara 4 unit kebun Marjandi kepada lintaspublik.com dilokasi banjir di jalan Panei Tongah mengatakan, siap bekerjasama menangulangi masalah banjir yang mengakibatkan kerusakan - kerusakan di rumah-rumah warga.

"Kami siap bekerjasama dengan berbagai pihak menangulangi masalah banjir ini, karena ini masalah  alam, jadi kami harapkan perhatian dan kerjasama semua pihak baik pemerintah, pihak perkebunan, dan masyarakat,"ujar Jhon Bangun yang baru tiga bulan ditugaskan di perkebunan unit kebun Marjandi, yang langsung memerintahkan anak buahnya membersihkan parit yang tersumbat dan badan jalan yang tertutupi sampah dan material batu akibat banjir.

Sering Banjir

Informasi yang diterima media ini, setiap datang hujan yang cukup deras wilayah Panei Tongah selalu digenangi setinggi satu meter lebih, akibatnya banyak rumah-rumah warga yang tergenang banjir, dan bahkan merusah pemukiman warga.

Sampai saat ini terlihat belum ada solusi yang berarti, walau sudah beberapa kali ditangulangi pihak perkebunan Marjandi, banyak  kerusakan bangunan warga akibat banjir ini.

"Setiap hujan jantung kami pasti da..dik..duk, karena dapat kami pastikan banjir akan melanda kepemukiman kami,:ungkap Nalim yang telah beberapa kali mengecor teras rumahnya akibat banjir, dan bahkan mesin motor miliknya saat ini tidak dapat difunsikan karena tergenang banjir.



Penulis   : tagor
Editor    : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.