Header Ads

Tewas Setelah 3 Jam Ditangkap Sat Narkoba, Ramlan : Adik Saya Dipukuli Seperti Binatang


LINTAS PUBLIK-RANTAUPRAPAT, Tewasnya Suheri alias Eri Lantong (41) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat serta tetangga korban. Mereka menilai, perlakuan personil Satres Narkoba terhadap Eri sungguh tidak manusiawi.

Ramlan, abang kandung korban kepada wartawan usai pemakaman adiknya di rumah duka mengatakan, saat penangkapan, adiknya diperlakukan dengan kejam dan tidak manusiawi.

"Caranya kejam, tidak manusiawi. Tangan digari, dipukuli kayak nggak manusia. Tidak ada harga diri, kayak binatang" katanya dengan nada sedih seraya menitiskan air mata.

Menurut dia, banyak saksi yang melihat jika adiknya dipukuli di dalam rumahnya oleh petugas yang datang menangkapnya. Tetapi saat dia datang, aksi pemukulan terhenti.

BACA JUGA  3 Jam Dibawa Polisi, Eri Pulang Tidak Bernyawa, Ini Kasusnya

Punggung Almarhum Suheri alias Eri tampak memerah saat akan dimandikan keluarganya.
Sebelum dibawa oleh personil Satres Narkoba, Eri adiknya mengaku bahwa tidak ada barang bukti narkoba pada dirinya.

" Saat saya datang, adik saya bilang kepada saya bahwa tidak ada barang bukti sama dia" ujarnya.

Sekitar jam 11.00 wib, Eri bersama temannya Gunawan dibawa oleh personil Satres Narkoba Polres Labuhanbatu. Dan pada jam 02.00 wib dini hari dia dikabari bahwa adiknya sudah meninggal dunia dan jenazahnya berada di RSUD Rantauprapat.

"Jam dua malam dikabari kepolisian bahwa adik saya sudah meninggal. Saya dan keluarga datang ke rumah sakit mengambil jenazah adik saya. Saat itu, disana ada Kasat Narkoba" tuturnya.

BACA JUGA  19 Jam Hilang di Sungai, Jasad Asa Ambarita Ditemukan Warga

Kondisi Tubuh Korban terlihat saat dimandikan.
Ramlan mengaku adiknya tewas dalam keadaan badan lebam-lebam diduga akibat pukulan benda keras. Selain itu, di bagian kening juga terdapat luka seperti bekas tusukan.

" Badan belakang dan lehernya lebam-lebam. Kemudian di kening juga ada luka seperti luka tusukan" jelasnya.

Ramlan mengaku akan bermusyawarah dengan seluruh keluarga tentang langkah apa yang akan diambil untuk menyikapi masalah itu.

Abdurrohman, Kepala Lingkungan Paindoan menuturkan, saat melakukan penggrebekan dan penangkapan di rumah korban, dirinya tidak turut mendampingi.

Dirinya baru mengetahui ada penangkapan setelah warga sekitar ramai menyaksikan penangkapan itu.

" Saya tidak ikut mendampingi. Saya baru datang saat almarhum Eri dan kawannya itu mau dibawa oleh polisi yang menangkapnya" terangnya.

Pada jam 02.00 wib sambung Abdurrohman, dia dikabari bahwa Eri telah meninggal dunia dan berada di rumah sakit.

Cahyo Kurniawan, seorang pemuda yang menyaksikan penangkapan itu menceritakan, banyak masyarakat menonton penangkapan itu.

Dia sendiri sempat melayangkan protes karena Kepala Lingkungan tidak ada ditempat saat penangkapan. Bahkan dia sempat mempertanyakan ihwal surat penangkapan kepada Kepala Lingkungan.

Oleh Kepala Lingkungan dijawab bahwa Kepala Lingkungan tidak mengetahui ada atau tidaknya surat penangkapan.

BACA JUGA  Suami yang Mau Diobati, Dukun Ini Justru Cabuli Istri Pasiennya

Kasat Narkoba memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari tersangka almarhum Eri dan Gunawan.
Akibat protes itu, Cahyo mengaku sempat hendak digari oleh petugas kepolisian yang melakukan penangkapan itu.

" Karena protes, salah seorang petugas polisi menyuruh supaya saya digari," sebutnya.

Kasat Res Narkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Heri Cahyadi mengatakan Suheri alias Eri ditangkap bersama rekannya Gunawan Jumat (5/10) sekitar pukul 22.00 wib, setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Saat penangkapan sambungnya, personilnya berhasil menemukan barang bukti sebanyak 19 plastik sabu-sabu yang diantaranya ditemukan dari tersangka Gunawan alias JK dan dari sekitar rumah Eri.

Setelah diamankan keduanya dibawa ke Mapolres Labuhanbatu.Namun, saat diturunkan dari mobil di Mapolres Labuhanbtu, korban mengalami kejang-kejang.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Namun saat diperjalanan, nyawa korban tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat ditanya apakah ada catatan medis yang diberikan dokter untuk memastikan penyebab kematian Eri, Kadek mengaku bahwa dokter tidak ada memberi rekam medis.

Penulis   : tanjung
Editor     : tagor




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.