Header Ads

Waspadai Tanda-tanda Ini Demi Hindari Serangan Jantung


LINTAS PUBLIK, Perlu diwaspadai, serangan jantung bisa terjadi tiba-tiba pada seseorang. Salah satu organ penting pada tubuh ini jarang menunjukkan gejala gangguan eksternal. Dalam banyak kasus, orang yang memiliki gangguan jantung sering mendapatkan serangan mendadak.

Head of Medical Marketing Kalbe Nutritionals, dr. Ervina Hasti, memberikan beberapa tanda-tanda serangan jantung yang patut diwaspadai. Salah satunya adalah nyeri dada, gejala serangan jantung yang sering terjadi.

ilustrasi
"Nyeri dada atau tekanan di dada yang berhubungan dengan serangan jantung disebut angina. Selain itu, tanda serangan jantung ringan lainnya yang sering terjadi adalah kelelahan. Pada kelelahan akibat serangan jantung umumnya terjadi tanpa sebab dan biasanya terjadi dengan kombinasi nyeri dada atau nyeri pada rahang," dr. Ervina, Senin (17/9/2018).

dr. Ervina mengungkapkan serangan jantung dapat pula dimulai dengan pusing. Penyebabnya adalah aliran darah ke otak berkurang. Pusing sering juga diikuti oleh euforia atau disorientasi bersamaan dengan gangguan cerna dan berkeringat.

"Kalau sesak nafas mungkin terjadi setelah atau saat nyeri dada. Sesak nafas terjadi karena tubuh memerlukan oksigen yang banyak namun jantung tidak mampu memompa karena pengaruh aliran darah yang terhambat. Peningkatan denyut jantung merupakan gejala serangan jantung," jelasnya.

Akan tetapi, peningkatan denyut jantung juga harus dilihat kondisinya. Apabila sedang istirahat tiba-tiba mengalami peningkatan denyut jantung atau terasa dada berdebar-debar maka kemungkinan sedang mengalami serangan jantung ringan sangatlah besar.

"Namun sekitar 25% kasus serangan jantung itu tidak memiliki tanda dan gejala dan sering disebut dengan silent heart attack. Serangan jantung tanpa gejala sering terjadi pada orang yang menderita diabetes mellitus," katanya.

Untuk menghindari diri dari serangan jantung, dr. Ervina menyarankan agar tidak mengonsumsi makanan yang memicu kolesterol tinggi.

"Kolesterol yang menumpuk dalam darah, akar beresiko menyebabkan plak di dinding arteri, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Maka dibutuhkan asupan yang mengandung PSE (Plant Stanol Ester) karena dapat menghambat penyerapan kolesterol," katanya.

Hal ini disebabkan struktur PSE menyerupai kolesterol maka PSE akan menggantikan posisi kolesterol disaluran pencernaan dan diserap. Sehingga kolesterol yang berasal dari makanan hanya terserap 20% dan sisanya akan dibuang.

Kandungan PSE biasanya bisa didapatkan dari bji gandum, sayuran, dan buah-buahan. Namun kini PSE bisa dikonsumsi secara praktis dengan smoothies Nutrive Benecol.

Selain mengandung PSE, kandungan lainnya telah teruji klinis dan dapat membantu menurunkan kolesterol sebesar 10% dalam 2 hingga 3 minggu. Dengan catatan dikonsumsi 2 kali sehari maksimal 30 menit setelah makan.

sumber  : detik 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.