Header Ads

India Kesulitan Membawa Jasad ‘Misionaris Kristen’ yang Dibunuh Suku Terasing


LINTAS PUBLIK - INDIA, Pemerintah India kesulitan membawa jasad misionaris asal Amerika Serikat yang dilaporkan dibunuh oleh suku terasing di Kepulauan Andaman dan Nikobar di Lautan Hindia.

Kapal kepolisian India yang berusaha mendekati pulau Sentinel Utara, yang diyakini sebagai lokasi pembunuhan warga AS, terpaksa harus mundur untuk menghindari konfrontasi dengan suku Sentinel itu.

John Allen Chau, yang berusia 27 tahun, dilaporkan terbunuh setelah jadi sasaran serangan panah ketika dia memaksa mendarat di pulau tersebut.

Pada 21 Oktober, @johnachau mengunggah fotonya saat melakukan perjalanan ke kawasan tersebut.
Dia dilaporkan mencoba menyebarkan agama Kristen kepada suku terasing di pulau itu.

Sejumlah nelayan yang membawa Chau ke Pulau Sentinel Utara pada 17 November lalu mengatakan mereka melihat sekelompok anggota suku terasing itu menyeret tubuhnya di sepanjang pantai dan kemudian menguburnya.
Nelayan kemudian membawa polisi ke lokasi di bagian pulau yang diyakini tempat dikuburkannya pria asal Alabama, AS itu.

Sebelumnya, enam nelayan dan satu orang lainnya telah ditangkap, karena mendekati pulau itu saja merupakan perbuatan pidana.

Pada hari Sabtu, polisi India menempatkan kapal motor mereka di sekitar 400 meter dari bibir pantai.

Dengan menggunakan teropong, polisi itu melihat sekelompok orang dari suku terasing itu bersiaga dengan senjata busur dan anak-anak panahnya.

Kepala kepolisian setempat, Dependra Pathak mengatakan kepada Kantor berita AFP: “Kami saling menatap.”

Mereka kemudian memutuskan untuk menjauhi pulau tersebut.

“Kami telah memetakan wilayah itu dengan bantuan para nelayan. Kami belum menemukan mayatnya, tetapi kami secara garis besar sudah mengetahui lokasi di mana dia kemungkinan dikuburkan,” kata Pathak.

Hukum India menetapkan bahwa melakukan kontak dengan suku-suku di Andaman yang terancam punah dan hidup terisolasi dari dunia luar itu merupakan perbuatan pidana.

Suku itu tak pernah melakukan kontak dengan dunia luar sejak puluhan ribu tahun. Karenanya mereka tidak punya kekebalan terhadap bibit penyakit yang dibawa manusia dari dunia luar. Artinya, setiap kontak berisiko menulari mereka dengan penyakit dari luar.
Kelompok suku yang mendiami pulau itu memperlakukan orang luar sebagai musuh.

Pada 2006, dua nelayan yang berusaha masuk pulau itu tewas dan mayat mereka diletakkan di atas bambu, kata Pathak.

Mayat-mayat itu ditemukan. Tetapi kali ini ada kekhawatiran bahwa jasad John Chau tidak akan pernah bisa diambil.

Keluarga Chau mengatakan mereka telah memaafkan mereka yang membunuh anaknya.

sumber  : posk / bbc 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.