Header Ads

Polwan Ini Tidak Pernah Iba Kepada Penjahat


LINTAS PUBLIK, JIWA keprajuritan dalam menjadi anggota Polri sepertinya sudah melekat di tubuh polisi wanita (polwan) ini. Terbukti, penempatan tugas yang pernah diembannya selalu dikerjakan dengan tuntas. Tak ada kata mengeluh, atau menyerah. Setiap tugas yang diembannya, semua dilakukan dengan ikhlas.

Dialah AKP Diah Tin Agustina. Kini wanita berhijab tersebut menjabat Kasubag Humas Polres Jakarta Timur. Banyak kisah yang dijalani sebelum menjadi seperti sekarang ini. Di balik wajah lembutnya, ternyata sikap tegas dan tak mengenal iba kasihan terhadap pelaku kejahatan, dia berikan sebagai sanksi hukuman. Sikap tegasnya, membuat Diah beberapa kali dipercaya menjabat Kanit Reskrim.

AKP Diah Tin Agustina, Kasubag Humas Polres Jakarta Timur.
Di antaranya di Polsek Pasar Rebo, Makasar dan Polsek Duren Sawit. Padahal, posisi itu biasanya diduduki polisi laki karena memerlukan keahlian dan keuletan dalam bertugas. “Alhamdulillah meski Polwan, saya dipercaya menduduki jabatan itu,” ungkapnya. Dalam menjalankan tugas itu, jiwa ‘lelakinya’ muncul dan jarang pulang. Dia kerap begadang di pinggir jalan untuk menciduk pelaku tindak kriminal.

“Orang rumah sudah paham akan tugas saya, mereka mendukung penuh, meski pulang hanya sebentar,” ujar Polwan yang mulai bertugas di Polda Metro Jaya tahun 1997.

Saat menjabat Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit, berbagai prestasi ia dapatkan dalam mengungkap kasus. Berawal 2015 dia dipusingkan dengan ulah bandit pencurian kendaraan bermotor. Kerja keras selama 2×48 jam dikerjakan guna meringkus komplotan penjahat ini yang ditargetkan komandannya.

Tembak Penjahat

Usaha kerasnya menemukan titik terang. Saat markas komplotan ini disergap, pentolannya melawan dengan menyabetkan samurai membabi buta. Tak mau ambil resiko, Diah mencabut pistol dari balik jaketnya. Dor! Sebutir pelor bersarang di betis kanan pimpinan komplotan tersebut. “Gembong bandit itu pun ambruk tertembus peluru saya,” kenangnya.

Dari ocehan ketua kelompoknya, satu persatu dari lima anggotanya dibekuk. Dia mengaku saat menembak kaki bandit itu, tak sedikit pun ragu atau gentar. “Kami didik tegas dan tak ada kata iba kasihan terhadap pelaku kejahatan. Apalagi pelaku kriminal itu sudah mengancam keselamatan jiwa anggota dan masyarakat. Lebih sekali saya lumpuhkan penjahat dengan tembakan,” tandas wanita yang kali pertama tugas di Sumatera Selatan tahun 1985 lalu.

Atas prestasinya itu, ibu dua anak ini naik pangkat sebagai Ajun Komisaris Polisi (AKP). Dengan menjabat sebagai Kepala Sentra Pelayanan Masyarakat (SPK), ia mengaku menjalani tugas dengan tenang. “Kalau Kepala SPK kan yang penting melayani warga. Beda dengan kanit reskrim, harus berjam-jam bahkan berhari-hari perlu nongkrong di pinggir jalan menunggu pelaku kejahatan,” ucapnya.

Cegah Hoax

Tahun 2017 lalu, keahlian Polwan ini kembali diuji atasannya. Saat itu, Diah menjabat sebagai Wakapolsek Matraman. Jabatan ini dituntaskan dengan menorehkan prestasi. Sebab polsek ini dinilai mampu menjaga Kamtibmas selama Pilkada Juli 2018 silam yang ditenggarai penuh muatan SARA. “Sebagai prajurit saya siap ditempatkan di mana pun,” ucapnya.

Di penghujung tahun 2018 ini, AKP Diah dipercaya sebagai juru bicara Polres Jakarta Timur. Jabatan ini pantas disandangnya mengingat kariernya di Krops Bhayangkara banyak di keresersean. Dengan pengalamanan ini dia dinilai mampu menyampaikan semua informasi kejahatan atau pengungkapan kasus kriminal di jajaran polres agar mudah sampai ke masyarakat.

“Saat ini tantangan kami, mencegah dan mengantisipasi penyebaran berita hoaks yang berkembang di media sosial. Kami cuma bisa mengimbau jangan mudah percaya dan menyebarkan sesuatu berita sebelum dicek kebenaran,” imbuhnya.

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.