Header Ads

Bank Indonesia Pematangsiantar Selenggarakan Pertemuan Tahunan


LINTAS PUBLIK-SIANTAR, Berlokasi di Ruang Rapat Lantai V Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, KPw BI Pematangsiantar kembali menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang ketiga, Rabu (5/12/2018).

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh pimpinan daerah, perwakilan instansi, perbankan, dan pelaku usaha di wilayah Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Labuhan Batu Utara, dan Kabupaten Selatan.

BACA JUGA  KPw BI Pematangsiantar Kampanye GPN Kepada 1000 Mahasiswa, Merchant Pemilik Hotel, Restoran dan Cafe


Pada pertemuan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Elly Tjan menyampaikan pemikiran Bank Indonesia tentang kondisi ekonomi terkini dan prospek ke depan yang dirangkum dalam paparan bertema "Sinergi Untuk Ketahanan dan Pertumbuhan".

Selain itu, acara yang mengangkat tema Sinergi Kerjasama Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba turut menghadirkan narasumber talkshow yaitu Basar Simanjuntak selaku Direktur Pemasaran BPODT dan Andiwiana Septonarwanto selaku Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara serta Robert Tua Siregar dari Universitas Simalungun selaku moderator dan penampilan hiburan tarian dari STIE Sultan Agung Pematangsiantar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Elly Tjan menyampaikan bahwa Tahun 2018 adalah tahun yang penuh tantangan yang ditandai dengan ekonomi global yang tumbuh tidak merata dan penuh ketidakpastian. Ekonomi Amerika Serikat tumbuh tinggi pada tahun ini tetapi ekonomi Uni Eropa dan Tiongkok justru cenderung menurun.

Sementara itu, ketidakpastian global ditandai dengan ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dengan sejumlah negara termasuk Kanada, Meksiko, Uni Eropa, dan Tiongkok. Kenaikan suku bunga Bank Sentral AS juga berdampak pada penguatan mata uang dollar AS dan pembalikan modal asing dari negara emerging markets, termasuk Indonesia.

Perkembangan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 tercatat cukup baik dengan stabilitas yang tetap terjaga dan momentum pertumbuhan yang berlanjut.

Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 diperkirakan tumbuh sekitar 5,1% ditopang kuatnya permintaan domestik yang tumbuh sekitar 5,5%, sementara inflasi sepanjang 2018 tetap rendah dan karenanya mendukung peningkatan daya beli masyarakat.

Dengan perkembangan hingga bulan Oktober, inflasi pada akhir 2018 diperkirakan sekitar 3,2%, berada dibawah titik tengah kisaran sasaran 3,5%±1% (yoy). Ke depan, prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0-5,4%. Inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 3,5%±1% dengan terjaganya tekanan harga dan stabilnya nilai tukar Rupiah.

Pertumbuhan kredit diperkirakan pada level 10-12% dan pertumbuhan DPK perbankan mecapai 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga. Defisit transaksi berjalan 2019 akan turun menjadi sekitar 2,5% dari PDB dengan langkah-langkah pengendalian impor serta peningkatan ekspor dan pariwisata.

Elly Tjan juga menyampaikan perkembangan ekonomi Pematangsiantar dimana pada saat ini ekonomi Pematangsiantar ditopang oleh tiga sektor utama yaitu 1.Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (share 24,53%) , 2.Industri Pengolahan (share 22,50%), dan 3.Konstruksi (share 10,53%). Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi kota Pematangsiantar terpantau melambat dalam tiga tahun terakhir. Di sisi inflasi, Bank Indonesia Pematangsiantar optimistis bahwa inflasi pada akhir periode 2018 akan berada pada sasaran inflasi nasional yaitu 3,5%±1%.

Sementara Sekda Budi Utari mewakili Walikota menjelaskandi, tahun ini angka inflasi kota Pematangsiantar cukup membanggakan yaitu sebesar 1,76% (ytd) atau sebesar 2,24% (yoy). Atas hal itu, Pemko Siantar berterima kasih kepada TPID se-wilayah kerja KPw BI khususnya TPID kota Pematangsiantar yang sudah berjuang sebaik mungkin untuk mengendalikan inflasi agar berada pada kisaran sasaran inflasi 3,5±1%.

Harga pangan di sepanjang tahun 2018 relatif terjaga, meskipun terdapat komoditas tertentu yang harganya masih bergejolak, seperti cabai merah, dikarenakan pola musim tanam yang belum merata di Sumatera Utara. Dengan kondisi tersebut, TPID harus tetap bekerja untuk meningkatkan koordinasi secara konsisten dan melaksanakan roadmap pengendalian inflasi sehingga inflasi dalam jangka menengah panjang berada pada kisaran sasaran inflasi yang ditetapkan.

Untuk itu, perlu disiapkan langkah-langkah evaluasi secara rutin dan strategi untuk menghadapi kondisi situasional seperti jelang natal dan tahun baru mendatang. Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran OPD, KPw BI dan perbankan, BUMN dan BUMD, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh bagian yang tidak terpisahkan.

Tahun ini adalah tahun yang tidak mudah bagi kita, masih rendahnya harga komoditas perkebunan seperti sawit dan karet, serta depresiasi rupiah menjadi tantangan, namun perekonomian kita masih akan tumbuh lebih baik.

Penulis   : franki
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.