Header Ads


Ahok Bakal Jadi Vlogger? Ini Manfaat Kesehatan dari Vlog


LINTAS PUBLIK, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok telah membuat channel di Youtube dan dikabarkan bakal jadi vlogger. Meski begitu, saat ini belum ada video yang diunggah dari YouTube channel yang telah mendapatkan 10,727 subscribers saat berita ini ditulis.

Staf Ahok, Ima Mahdiah menuturkan, bahwa channel tersebut khusus untuk mempublikasikan setiap kegiatan Ahok selepas dari penjara.

"Channel YouTube untuk kegiatan bapak," ujar Ima.

BACA JUGA  Jelang BTP (Ahok) Bebas, Begini Penampakan di Markas Brimob

ilustrasi
Dilansir Manchester Metropolitan University, vlog ternyata bisa berdampak baik bagi kesehatan mental, khususnya bagi orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan mental untuk mengatasi rasa terisolasi dan merasa lebih baik.

Irina Sangeorzan, seorang mahasiswa tingkat master, dan Dr Nora Andriopoulou, Dosen Psikologi di Manchester Metropolitan University, mempresentasikan penelitian mereka di konferensi tahunan British Psychological Society di Nottingham beberapa waktu lalu mengenai hal tersebut.

"Studi kami menawarkan bukti empiris pertama tentang bagaimana vlogging dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi orang yang menderita berbagai kondisi kejiwaan yang serius," kata Sangeorzan.

"Terhubung dengan komunitas online yang telah melalui pengalaman serupa sendiri dapat mengurangi perasaan kesepian dan isolasi."

Mereka melakukan analisis fenomenologis interpretatif, yang melibatkan pencarian sistematis YouTube untuk video yang sesuai dengan empat istilah pencarian utama yakni 'schizophrenia', 'bipolar disorder', 'major depressive disorder', dan 'schizoaffective disorder'.

Ada sekitar 30 video individu yang dianalisis. Video yang dipilih adalah yang mengidentifikasi diri mereka memiliki penyakit mental parah kemudian berbicara tentang pengalaman vlogging dalam konteks tersebut.

Semua vlogger tersebut menekankan pentingnya mengurangi isolasi sosial dan membangun rasa kebersamaan melalui aktivitas mereka secara online. Analisis juga menemukan vlogger memandang memerangi stereotip dan kesalahpahaman tentang penyakit mental mereka lebih penting daripada menjaga menutup 'rahasia' mereka.

"Saya ingat menjadi sangat takut dan hanya merasa sendirian, serta seperti orang yang benar-benar aneh. Jadi, dengan cara membantu orang lain sama seperti membantu diri saya sendiri beberapa tahun yang lalu," ungkap salah satu vlogger dalam sebuah video.

sumber   ; det 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.