Header Ads

Anggota Brimob di OKU Tewas setelah Dikeroyok 8 Orang


PALEMBANG, KOMPAS.com - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, Briptu Yusuf, anggota Brimob Detasemen C Belitang Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, tewas setelah dikeroyok delapan orang.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyiapkan sebanyak 2.459 personel untuk pengamanan operasi lilin 2018 menjelang natal dan tahun baru, Rabu (19/12/2018).
 Hal itu berdasarkan pemeriksaan tiga tersangka yang telah ditangkap, yakni Zainal, Yongki dan Nizar yang merupakan warga Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

"Hasil pemeriksaan ternyata bukan lima tersangka yang mengeroyok korban, tapi ada delapan orang. Tiga sudah ditangkap, lima masih buron," kata Zulkarnain, Selasa (1/1/2019).

Zulkarnain menjelaskan, kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan untuk mengejar lima pelaku lain yang masih buron.

Ia pun mengimbau pelaku agar menyerahkan diri sebelum diberi tindakan tegas. "Ada dua pasal yang yang dikenakan, yakni Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.

Karena ini menyangkut nyawa manusia kami sarankan lebih baik menyerahkan diri," imbuhya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tiga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan Brigadir Satu (Briptu) Yusuf tewas saat ini telah diamankan di Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Senin (31/12/2018).

Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, Briptu Yusuf dikeroyok oleh lima pelaku lantaran terjadi selisih paham.

Sebelumnya, tersangka Yongki sedang menaiki motor dan melintas di ruas Jalan Raya Ranau Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, pada Minggu (30/12/2018).

Namun, saat berada di sana, Briptu Yusuf emosi karena suara knalpot motor pelaku yang berisik. "Jadi motornya itu digas-gas oleh pelaku. Anggota kita emosi dan mengejarnya, lalu terjadilah selisih paham," ujar Kapolda Sumsel.

Saat itu, Briptu Yusuf mengeluarkan senjata api dan memukulnya ke tersangka Yongki. Zainal dan Nizar melihat Yongki dipukul langsung membantu rekannya itu. "Tetapi keduanya juga dipukul memakai pistol. Karena emosi, dua pelaku lain datang dan mengeroyok Briptu Yusuf. Korban dibacok dan ditusuk sampai tewas," jelasnya.

sumber  : kompas 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.