Header Ads


Banjir Bandang Sentani Jayapura, Sudah 38 Kantong Jenazah Tiba di RS Bhayangkara


LINTAS PUBLIK - JAYAPURA, Kabid Dokkes Polda Papua, Kombes Pol dr. Ramon Amiman memastikan bahwa hingga kini pihaknya telah menerima 38 kantong jenazah korban dari bencana banjir bandang yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (16/2/2019) malam.

Jenazah korban bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura pada Sabtu malam (16/3/2019) sedang dibawa ke Ruang Jenazah RS Bhayangkara Jayapura. Hingga Minggu pagi, pihak RS sudah menerima 38 kantong jenazah.
Ramon menyebutkan jumlah korban masih akan bertambah karena ada bencana longsor di Ampera, Kota Jayapura, yang juga menelan korban jiwa. "Ini sudah 31 (kantung jenazah), 7 dalam perjalanan dari Sentani.

Ada korban longsor di RS Marthen Indey tadi malam juga tapi datanya 3 atau 4 orang. Kami masih mau konfirmasi lagi, jadi kemungkinan ada 42 korban," katanya, Minggu (17/3/2019) pagi.

Dia memastikan, RS Bhayangkara sudah membuka Posko Anthem Mortem untuk menampung laporan dari keluarga korban dan juga mengumpulkan bukti untuk mengidentifikasi jenazah.

"Posko Anthem Mortem akan terus jalan bila ada keluarga mau melapor. Saya sudah lihat jenazah, kondisinya relatif masih bisa dikenali karena (bencana) baru saja, mudah-mudahan semua bisa cepat dikenali," ujarnya.

Pada Minggu pagi, puluhan keluarga korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura telah berkumpul di depan Ruang Jenazah RS Bhayangkara. Pihak rumah sakit juga telah menyediakan peti jenazah yang nantinya akan digunakan untuk para korban.

Pada Sabtu sore, hujan sangat lebat mengguyur Kabupaten Jayapura hingga malam hari. Akibatnya 9 kelurahan di Kecamatan Sentani diterjang banjir bandang.

Kesembilan kelurahan itu adalah Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri.

sumber  : komp 



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.