Header Ads


Debat Cawapres, Pengamat : Ma’rif dan Sandi Punya Kelebihan


LINTAS PUBLIK - JAKARTA, Debat ketiga Pilpres 2019 pada Minggu 17 Maret 2019 akan menampilkan dua cawapres, KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Keduanya dinilai sama-sama punya kelebihan.

Baik Ma’ruf maupun Sandi sudah menyatakan kesiapannya untuk tampil dalam debat tersebut. Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengatakan pihaknya mulai menentukan panelis debat ketiga Pilpres 2019 dari lima universitas negeri.

Usai debat, kedua pasangan bersalaman
“Kemungkinan akademisi Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, UIN Yogyakarta, Universitas Hasanuddin dan Universitas Tanjungpura akan menjadi panelis,” ujar Wahyu Setiawan, di Jakarta, Sabtu (9/3).

Nama-nama panelis belum ditetapkan. KPU sedang melakukan finalisasi. Penentuan panelis dan pembahasan persiapan debat ini akan kembali dibahas dalam focus group discussion (FGD).

MENARIK

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Prof Ahmad Mubarok menilai debat yang menghadirkan Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno akan menjadi perhatian masyarakat, daripada debat calon presiden sebelumnya.

“Saya menilai Pak Sandi berpotensi mengungguli Pak Ma’ruf dalam debat tersebut karena memang wawasan Pak Sandi, khususnya dari bidang ekonomi karena latar-belakangnya sebagai pebisnis,” terang Mubarok di Jakarta, Sabtu (9/3).

Namun demikian, menurut Mubarok, ia juga menilai wawasan keagamaan dan ekonomi syariah Ma’ruf juga mungkin lebih unggul dari Sandi. “Saya kira Pak Ma’ruf dan Pak Sandi akan bersikap hati-hati dalam debat tersebut, sehingga dapat mengambil simpati masyarakat. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing,” papar Mubarok.

Ia menegaskan Sandi dalam debat tersebut tidak akan menyerang Ma’ruf karena bagaimana pun sebagai tokoh agama dan ulama, meskipun posisinya sebagai calon presiden. “Saya yakin Pak Sandi akan santun dalam menghadapi Pak Ma’ruf di debat tersebut, dan saya yakin akan cium tangan Pak Ma’ruf sebelum debat dimulai,” sambung Mubarok.

SENJATA RAHASIA

Sedangkan Ma’ruf Amin mengaku punya ‘senjata rahasia’ untuk menghadapi Sandiaga Uno dalam debat Pilpres ketiga. “Tentu sudah disiapkan, ‘senjata rahasia’ harus disimpan. ‘Senjata rahasia’ juga jangan dibuka, namanya rahasia,” kata Ma’ruf di sela kegiatannya di Medan, Sumut, Sabtu (9/3).

Ma’ruf tidak menjelaskan senjata rahasia apa yang dimilikinya itu. Namun, dia mengatakan dirinya tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi debat karena sama saja dengan tradisi diskusi NU yakni bahtsul masail. “Seperti bahtsul masail saja cuma cakupan lebih luas,” jelas Ma’ruf.

Ma’ruf menekankan dirinya tidak akan menyerang dalam debat. Menurutnya, debat adalah adu argumentasi dan memberikan solusi. “Intinya bahwa program yang sudah dikerjakan sudah bagus, dan ke depan akan lebih bagus. Kita jelaskan alasan dan solusi, itu saja. Tidak perlu banyak jurusnya jurus bertahan dan langkah kedepan saja,” ucap dia.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Andre Rosiade menyinggung soal kesiapan Sandi dalam debat ketiga Pilpres 2019, mengatakan Sandiaga sangat menghormati Ma’ruf yang sudah sepuh. Tetapi dalam debat, Sandiaga tetap akan gamblang menyampaikan gagasan.

“Saya meyakini bahwa walaupun Bang Sandi menghormati dan sangat menghargai kiai Ma’ruf sebagai ulama sepuh dan tokoh. Tetapi ini kan kontestasi tentu Bang Sandi saya meyakini Bang Sandi tetap optimal menyampaikan gagasan dengan formal menyakinkan masyarakat tetapi secara santun dan beretika,” kata Andre.

sumber  : posk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.