Header Ads


Pardo Pandiangan, Anak Petani Menuju DPRD Sumut, Dapil Siantar - Simalungun


LINTAS PUBLIK - SIANTAR, Republik ini sejak dahulu hingga sekarang, rakyatnya masih menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Menurut Data BPS tahun 2018, bahwa lahan pertanian (persawahan) Indonesia mencapai 7.1 juta hektar. Angka yang besar dan telah mampu menghidupi 250 juta manusia di dalamnya.

Angka ini juga menunjukkan bahwa pertanian masih menjadi sumber pokok bagi 127 juta warga
yang menggantungkan hidup dari bertani (data BPS:2018).

Merujuk pada kabupaten simalungun bahwa pertanian juga menjadi andalan warga dalam
memenuhi kebutuhan hidup. Kabupaten Simalungun merupakan daerah pertanian terluas di
Sumatera Utara, dengan produk unggulan: padi, jagung, sayur-sayuran, karet, kopi, dan lainnya.

BACA JUGA  Target 3 Kursi, Partai PSI Siap Perjuangkan Universitas Negeri di Siantar

Pardo Pandiangan  (Paling kiri) bersama Petani di Simalungun.
"Melihat potensi kabupaten Simalungun yang sungguh besar, tidak salah bila ternyata Angka Produk
Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Simalungun setiap tahunnya masih diungguli oleh sektor
pertanian, bahkan Kabupaten Simalungun telah ditetapkan menjadi daerah pertanian dengan
lumbung padi terbesar di Sumatera Utara,'kata Pardo Pandiangan disela-sela kunjungan dan
sosialisasi nya di daerah-daerah pertanian di kabupaten Simalungun, Kamis (11/4/2019).

Pardo Pandiangan, lahir dan besar di Pematangbandar dari orangtua petani. Pardo sadar betul, bahwa kampung halamannya adalah wilayah pertanian dan masyarakatnya 90% menggantungkan hidup dari pertanian.

"Fakta bahwa kabupaten Simalungun adalah kabupaten pertanian, dan jangan dirubah menjadi kabupaten industri, meskipun ada kawasan industri di Sei Mangke, Saya bicara secara global.
Sebagai wilayah pertanian, dan rakyatnya bergantung kehidupannya dari pertanian, maka sudah saatnya pemerintah kabupaten Simalungun memikirkan untuk mendirikan sebuah Badan Usaha yang
tugasnya mengurusi Pertanian.

Saya mengusulkan namakan nama badan usaha ini BUMD khusus mengelola pertanian. BUMD ini ditugasi untuk membantu para petani untuk mengurusi semua pengelolaan pertanian, perawatan, menjaga kualitas, penjualan dan menjaga kestabilan harga.

Pembuatan BUMD ini adalah salah satu program unggulan saya di pencalegan ini. Bila rakyat
memilih saya menjadi DPRD provinsi SUMUT , maka saya akan mendorong pemerintah untuk
merealisasikan program saya ini.

BACA JUGA  Naik Becak Khas Siantar, PSI Ajukan Bacaleg ke KPUD, Target 3 Kursi

Ini sangat bagus, petani akan mendapat pembinaan langsung tentang tata cara pengolahan tanah, pendidikan tentang persiapan bibit yang baik, perawatan bibit sampai tumbuh, pemberian obat-obatan ke tanaman, penyemprotan, pemanenan, hingga pemasaran. BUMD juga nantinya akan menjadi pusat pengendali harga hasil pertanian sehingga para petani terhindar dari kerugian. BUMD ini juga nantinya bisa menjadi Bank Pertanian khusus permodalan untuk para petani yang membutuhkan modal,"jelas Pardo Pandiangan akan memperjuangkan hak-hak petani di simalungun maupun Siantar.

Menurut Pardo Pandiangan, kebanyakan petani di Simalungun ini terjerat utang kepada tengkulak, atau toke besar yang memungkinkan petani ini terikat besar kepada pemilik modal sampai pada akhirnya harga pun bisa ditententukan si punya modal.

"Ini yang akan menjadi prioritas saya, bila saya duduk di DPRD maka kerugian-kerugian semacam perbuatan tengkulak akan saya singkirkan dengan percepatan pembuatan BUMD pertanian tersebut," jelas Pardo Pandiangan.

Dalam kesempatan itu, Pardo Pandiangan menrinci program unggulannya bila duduk di DPRD Sumatera Utara diantarnya : program perbaikan irigasi, pembuatan saluran irigasi baru dan pembuatan waduk yang manfaatnya untuk memastikan saluran pengairan tetap berjalan baik meskipun musim kemarau.

"Pak Jokowi memiliki program pembuatan waduk yang penggunaannya untuk pertanian,
dan sudah dilakukan oleh pak Jokowi, tetapi Kabupaten Simalungun belum dibangun ada program
pembangunan waduk. Oleh sebab itu, bila saya duduk menjadi DPRD Sumut, maka saya akan
berjuang untuk mendapatkan program pembuatan waduk sehingga semua petani tidak kesulitan
memperoleh air,"terangnya.

Kata pardo mengagas akan adanya asuransi pertanian, alasannya banyak kejadian alam seperti musim
hujan, banjir, tanah longsor, bahkan mewabahnya hama yang tidak terduga akan menyebabkan
pertanian gagal total.

BACA JUGA  Pemuda Katolik Utus 3 Calegnya, Chandra Turnip : Membeli Suara Perbuatan Bejat

"Petani modern harus memahami dan bisa mengantisipasi ancaman resiko pertanian di era sekarang ini. Jika gangguan tak terduga tersebut terjadi, sering sekali petanimengambil tindakan jalan pintas dengan mendatangi tengkulak untuk meminjam uang guna membangun kembali pertanian yang gagal.

Mengatasi hal ini, saya akan berjuang keras agar pemerintah membuat sebuah perlindungan bagi para petani semacam Asuransi Pertanian. Pemerintah Pusat telah memberikan akses Asuransi Pertanian yang diatur dalam peraturan Menteri Pertanian. Prosesnya sangat mudah, tetapi manfaatnya sangat besar.

Saya sudah bertatap muka di lebih 50 nagori di Simalungun dan beberapa kelurahan di Pematangsiantar yang warganya bekerja sebagai petani. Dari semua daerah yang saya kunjungi,
persoalan yang dihadapi oleh petani semuanya relatif sama.

Saya simpulkan, Petani masih belum mendapat hati di pemerintah daerah tingkat II dan daerah tingkat I Provinsi. Masih persoalan yang sama, mulai dari bibit (sudah mahal banyak pula yang palsu), obat-obatan yang mahal, sudah mahal sulit pula mendapatkannya.

Pupuk yang sering langka, hingga harga yang tidak stabil, harga jual yang rendah dan jaminan dari pemerintah bila terjadi gagal panen oleh sebab banjir, hujan, hama, tidak diperoleh petani. Mereka sangat mengeluhkan semua itu dan saya akan berjuang untuk petani," tutup Caleg PSI dengan nomor urut 6 sambil bermohon dipilih pada tanggal 17 April 2019.

Penulis   : tim
Editor     : tagor

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.